Penghuni Sel Mewah di Lapas Cipinang Terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso memperlihatkan uang hasil TPPU. (Foto: Humas BNN)

JAKARTA, JIA XIANG – Haryanto Chandra alias Gombak, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang kelas I.A yang telah divonis 14 tahun penjara, masih mempunyai jaringan bisnis gelap narkotika yang dikendalikannya di selnya yang mewah.

Dalam siaran pers Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, Rabu (13/6/17), jaringan Haryanto Chandra pun melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus TPPU, yang berhasil diungkap BNN, berupa aset seluruhnya berjumlah + Rp. 39.606.000.000 (tiga puluh sembilan miliar enam ratus enam juta rupiah) dari dua kasus berbeda. Petugas BNN pun menangkap empat tersangka berinisial LLT, A, CJ dan CSN alias Calvin.

Tersangka LLT diketahui merupakan jaringan dari Haryanto Chandra. LLT merupakan penghuni Lapas Medaeng Surabaya yang ditangkap pada tahun 2016 dalam kasus kepemilikan 40 (empat puluh) butir ekstasi yang hingga saat ini dalam proses persidangan. Tersangka LLT juga diketahui sebagai seorang residivis kasus narkotika dengan barang bukti + 5 gram sabu yang divonis 4 tahun penjara tahun 2001.

Setelah petugas menangkap LLT, pada 3 April lalu, selanjutnya ditangkap pula tersangka A alias Xuxuyati di Surabaya, pada 22 Mei lalu. Tersangka A merupakan pengelola keuangan milik tersangka Haryanto Chandra selama ia berada di lapas.

Pada 31 Mei 2017 tim penyidik TPPU telah melakukan penggeledahan di ruang sel lapas Cipinang yang dihuni oleh terpidana atas nama Haryanto Chandra. Di sini petugas menemukan satu unit Laptop; satu unit IPAD;  empat unit telepon selular; satu unit token.

Dalam penggeledahan tersebut terlihat situasi ruangan sel yang tidak seperti ruangan sel pada umumnya. Di ruangan tersebut terdapat AC, CCTV yang bisa memonitor setiap orang yang datang, WIFI, aquarium ikan arwana, dan menu makanan spesial.

Selain itu, pada saat penggeledahan tim juga menemukan aktivitas para narapidana sedang menghisap sabu di dalam ruangan sel.

Berdasarkan pengungkapan kasus ini petugas berhasil menyita uang dalam rekening tersangka LLT, uang dalam rekening tersangka A, satu unit rumah di Jawa Timur, satu unit mobil minibus Tahun 2017. Total aset yang disita dalam kasus ini sebesar + Rp. 9.636.000.000 (sembilan miliar enam ratus tiga puluh enam juta rupiah).

Sementara dua tersangka lainnya yakni CJ dan CSN anggota  jaringan Chandra Halim alias Akiong yang telah divonis hukuman mati di Lapas Cipinang, Keduanya pun terlibat TPPU dengan total aset+ Rp. 29.970.000.000 (dua puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah). [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here