Netizen  di Tiongkok Dilarang Gunakan Nama Panggilan

BEIJING, JIA XIANG – Nama panggilan di dunia maya seperti “Obama” dan “Putin” tidak akan bisa lagi digunakan oleh netizen di berbagai media sosial, blog dan aplikasi pesan di  Tiongkok. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah setempat mengeluarkan peraturan baru terkait larangan penggunaan nama yang tidak layak dan melanggar hukum, demikian ungkap lembaga yang mengatur industri teknologi informasi, Rabu (5/2/15) di Beijing.

Akun yang seolah-olah milik organisasi pemerintah, selebriti, dan para pejabat juga dilarang  ujar Lembaga Cyber Tiongkok. Yang juga termasuk dilarang, menurut lembaga itu adalah penggunaan  nama panggilan yang muncul untuk mengiklankan sebuah kultus atau pornografi atau merusak keamanan negara.

Peraturan baru itu mengharuskan semua netizen menggunakan nama akun yang terdaftar di semua bentuk media sosial termasuk blog,  alat jejaring sosial dan aplikasi pesan, kata Xu Feng, Direktur Biro Manajemen Jejaring Mobile.

Pemerintah Tiongkok berjanji untuk membentuk mekanisme penyampaian keluhan, memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengajukan kembali akun mereka jika akun sebelumnya ditutup. Kebijakan ini akan mulai efektif berlaku pada 1 Maret 2015. Operator website dan perusahaan-perusahaan Internet  diminta untuk memferifikasi akun mereka dan membersihkan akun dengan data yang tidak sesuai, ujar lembaga itu.

Sejak tahun lalu, pemerintah Tiongkok sudah berulangkali meminta perusahaan-perusahaan Internet untuk menjaga agar akun mereka tetap “bersih dan rapih”. Karena itu, sejak tahun lalu mereka diminta juga untuk mengumpulkan identitas asli dari para pengguna internet.

Sementara itu forum operator Internet, mikro blog dan basis pesan juga diperintahkan untuk membentuk sebuah tim monitoring untuk mengatasi informasi ilegal. [JX/Chinadaily/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here