2017, Singapura Batasi Penjualan Rokok

SINGAPURA, JIA XIANG – Mengurangi orang supaya tidak merokok, mudah saja bagi Singapura yaitu melarang semua toko untuk memajang produk-produk tembakau. Namun efektivitasnya masih harus dibuktikan. Hal inilah yang ditempuh oleh Singapura yaitu mulai tahun depan, pemilik toko dilarang memajang produk-produk tembakau untuk mencegah supaya kalangan anak muda tidak membeli produk tersebut.
Parlemen Singapura telah meloloskan pembatasan ketat atas penjualan tembakau untuk mengurangi jumlah perokok. Mulai tahun 2017, pemilik toko akan dilarang memajang produk tembakau untuk mencegah pembelian yang didorong oleh keinginan mendadak, terutama di kalangan anak muda. Produk itu termasuk rokok, cerutu, dan ang hoon atau lembaran-lembaran daun tembakau.
Menteri Kesehatan Amy Khor mengatakan kepada para anggota parlemen, Senin (14/3/16) bahwa toko yang mengkhususkan diri menjual produk tembakau akan dikecualikan, asalkan produk yang dijual tidak terlihat dari luar.
Sebagian anggota parlemen telah menyerukan peraturan yang lebih ketat untuk mengurangi tingkat merokok di negara-kota itu, termasuk menaikkan usia minimum dari 18 ke 21 tahun untuk secara legal bisa membeli rokok, dan menambah jumlah tempat yang ditunjuk sebagai zona larangan merokok. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here