“24 Sistem Tata Surya” Cina Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia

(Foto: JX/Ist)

ADDIS ABABA,  JIA XIANG – Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) telah  memasukan  “24 Sistem Tata Surya”  dari  Cina kedalam Daftar  Warisan Budaya Takbenda  Dunia.

Keputusan UNESCO itu  karena pengetahuan soal  waktu dan praktek yang dikembangkan melalui pengamatan gerak tahunan matahari. Pembahasan soal warisan budaya di Cina itu pada  Rabu (30/11/16) selama sesi ke-11 di Komisi Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO, di ibukota Ethiopia  Addis Ababa.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari 24 negara  telah  meneliti 37 permintaan supaya warisan budaya takbenda di masing-masing negara masuk dalam daftar UNESCO.

Setelah pengumuman UNESCO itu, Zhang Ling,  anggota delegasi Cina, mengatakan bahwa  24 Sistem Tata Surya jelas telah mewujudkan konsep untuk menghormati alam, dan hubungan yang harmonis  antara manusia dengan alam.

“Atas nama Kementerian Kebudayaan Republik Rakyat Cina, delegasi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua anggota masyarakat,  badan  evaluasi dan sekretariat UNESCO untuk usaha besar yang memeriksa data dan prasasti dari 24 Sistem tara Surya, ” dia berkata.

Ini, tambah Zhang Ling,  adalah elemen tertulis ketiga disampaikan oleh Cina yang jatuh dalam domain pengetahuan dan praktek tentang alam dan semesta sebagaimana didefinisikan dalam konvensi tahun 2003.

“Sebagai pengetahuan tradisional dalam sistem waktu telah ditularkan antargenerasi, 24 Sistem Tata Surya jelas mewujudkan konsep menghormati alam, dan harmoni antara manusia dengan alam,” tambahnya.  “Kami percaya bahwa prasasti dari 24 Syarat Surya pada warisan budaya takbenda itu tidak hanya akan meningkatkan identitas budaya masyarakat dan kelompok bersangkutan, tetapi juga berkontribusi menjaga visibilitas dan kesadaran pentingnya ICH pada umumnya,” kata dia. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here