30 Karya Desain Finalis IDC Dipamerkan

Suasana presentasi desain produk Indonesia Designer Challenge 2016 dengan audiens dan komentator.(Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Salah satu ajang yang sangat menarik di Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 adalah final kompetisi Indonesia Designer Challenge 2016 (IDC 2016). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) yang bekerja sama dengan Forest Stewardship Council® (FSC®), William E Connor & Associates Ltd. (WECA) dan BioIndustri dan didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Perum Perhutani, dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Barekraf).

IDC 2016 adalah ajang kompetisi desainer pertama di Indonesia yang bertujuan menempatkan para desainer Indonesia sebagai poros utama penggerak industri kreatif di Indonesia. Dalam ajang ini menekankan proses produksi dan penggunaan bahan baku kayu dan bahan penunjang lain yang ramah lingkungan.

Bertemakan “More Than Wood”, IDC 2016 memberikan dorongan bagi desainer untuk menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan melalui sentuhan desain terhadap produk berbasis kayu sehingga berdampak nyata bagi upaya konservasi hutan di Indonesia.

Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 juga menampilkan 30 karya finalis IDC 2016 yang berasal dari seluruh Indonesia. Para finalis bertarung mempresentasikan konsep dan hasil jadi produk untuk menarik minat para buyers lokal maupun Internasional, untuk memperebutkan hadiah total sebesar Rp 100.000.000 .

Diana Nazir  (Foto: JX/G. Windarto)
Diana Nazir (Foto: JX/G. Windarto)

“Indonesia memiliki banyak sekali bibit-bibit desainer muda Indonesia berbakat yang potensinya dapat digali lebih lanjut. Kompetisi IDC 2016 sebagai bagian dari Pameran Mozaik Indonesia 2016 merupakan salah satu ajang yang tepat untuk memperkenalkan karya-karya desainer furnitur muda,” ujar Diana Nazir dari Yayasan Art+Design Indonesia di Jakarta, Jumat (11/3/16).

Sesi presentasi yang berlangsung pada 10 dan 11 Maret 2016 di Pre Function Hall B JCC menjadi ajang yang sangat mendebarkan bagi para finalis, dimana hadir juga desainer-desainer furnitur senior sebagai komentator dan buyers yang siap melakukan penawaran desain produk mereka. Salah satu finalis dari Institut Teknologi Bandung, Tommy Herseta yang menampilkan desain produk “Concellation Chair” yang terinspirasi dari bentuk rasi bintang bahkan beruntung mendapatkan penawaran bekerja di perusahaan desain furniture saat melakukan presentasi produknya.

Ernst K Remboen. (Foto: JX/G. Windarto)
Ernst K Remboen. (Foto: JX/G. Windarto)

“Final kompetisi IDC 2016 di Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 merupakan wujud dari komitmen kami untuk mendukung perkembangan bibit-bibit desainer muda Indonesia berbakat, sehingga pasar global dapat melihat potensi besar dari desainer Indonesia saat ini dan di masa mendatang,” ujar Presiden Direktur Traya Indonesia Ernst K Remboen,.

Selain presentasi final IDC 2016, di hari kedua Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti Klinik Desain Mebel, Seminar “Saniharto – Growing Stronger In The High End Global Market” dan Seminar “Technocrafted by Bravacasa – Potensi Perabot Karya Desainer Indonesia”. Pameran IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 dibuka untuk umum dengan HTM Rp 100.000 (10-12 Maret 2016) dan Rp 50.000 (13 Maret 2016). [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here