Dibayangi Banjirnya Pasokan, Harga Minyak Mentah Anjlok

(Foto/JX/Ist)

NEW YORK, JIA XIANG – Harga minyak mentah di New York, Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak April lalu anjlok di bawah 40 dollar per barel, Senin (1/8/16). Anjloknya harga minyak ini terjadi dibayang-bayangi oleh keprihatinan akan banjirnya kembali pasokan minyak dunia.Harga-harga minyak untuk penyerahan kemudian terus merosot setelah anjlok 14% Juli lalu. Menurut Baker Hughes Inc. sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (1/8/16), sejumlah perusahaan menggandakan jumlah anjungan pengebor minyak untuk minggu kelima. Ini adalah penambahan terbanyak sejak Agustus tahun lalu.
Sementara Arab Saudi memangkas harga minyak bagi para pelanggan di Asia untuk bisa bersaing di pasar saham. Pasokan minyak mentah dan gas Amerika mencapai yang tertinggi dalam sedikitnya 20 tahun terakhir. “Saya sangat pesimistis,” ujar Thomas Finlon – Direktur Energy Analytics Group LLC di Wellington, Florida, sambil menambahkan bahwa mereka memiliki cadangan minyak mentah dan bensin yang berlebihan.
Harga minyak West Texas Intermediate di pasar New York Mercantile Exchange untuk pengiriman September mendatang turun 1,66 dolar menjadi 39.94 dolar per barel. Harga minyak untuk penyerahan kemudian mencapai 39,90 dolar yang terendah sejak 20 April lalu.
Harga minyak turun ini setelah mencapai puncaknya awal Juni lalu. Kontrak-kontrak yang dilakukan pada tingkat ini akan membuat harga minyak mentah turun lebih dari 20% dari tingkat harga sekarang. Besarnya pasokan ini mengganggu perkiraan industri minyak Amerika, dimana BP Plc, Royal Dutch Shell Plc dan Exxon Mobil Corp. melaporkan perolehan kuartal kedua pekan lalu yang lebih buruk dibanding perkiraan.
Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun 1,56 dolar menjadi 41,97 dolar di pasar ICE Futures Europe yang berkantor di London. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here