Kasus 1MDB, Terkuak Nama PM Najib Razak

WASHINGTON, JIA XIANG – Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam gugatannyadi pengadilan Los Angeles menyebutkan dan menuding bajwa seorang pejabat nomor satu Malaysia sudah lebih dari tiga puluh kali menerima 681 juta dollar AS atau setara Rp 9 triliun dari dana curian dan kemudian mengembalikannya.Dalam gugatan itu disebutkan bahwa orang nomor satu Malaysia itu adalah Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Namun tidak pernah dikonfirmasikan secara resmi.

Departemen Kehakiman AS pada Juli lalu mengajukan gugatan hukum untuk menyita aset yang diduga diperoleh menggunakan dana curian dari badan investasi nasional Malaysia, 1MDB.

Loreta Lycnh, Jaksa Agung AS menjelaskan, “sayangnya, secara menyedihkan, secara tragis sejumlah pejabat korup memperlakukan dana publik ini layaknya rekening bank  pribadi”.

Dalam sebuah wawancara dengan menteri senior di Malaysia,  Abdul Rahman Dahlan, menyebutkan bahwa M01 tidak lain adalah Perdana Menteri Najib Razak sendiri.

“Saya katakan itu secara terbuka. Sangat jelas jika Anda membaca dokumen. Itu merupakan  perdana menteri,” ujar Rahman.

Najib mendirikan 1MDB tahun 2009 dan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat. Dana itu sebenarnya untuk mempromosikan pembangunan ekonomi  Malaysia, namun berujung pada utang miliaran dollar dan dianggap sebagai kegagalan  finansial negara itu. [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here