Tiongkok Luncurkan Laboratorium Antariksa Tiangong-2

BEIJING, JIA XIANG – Laboratorium antariksa Tiangong-2 bakal mengorbit untuk selanjutnya menjadi stasiun ruang angkasa permanen, sesuai program antariksa Tiongkok. Telah digendakan, pada Kamis (15/9/16) pukul 22.04 waktu setempat, laboratorium ini diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi yang ada di bagian barat Tiongkok.

Keterangan Wu Ping, Deputi Direktur pada kantor rekayasa luar angkasa berawak, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua, Rabu (14/9/16) petang, para perekayasa sudah mulai menyuntikkan bahan bakar ke roket Long March-2F T2 yang akan membawa Tiangong-2 ke antariksa. “Seluruh sistem sudah siap untuk lepas landas,” katanya.

Peluncuran laboratorium antariksa tersebut merupakan program antariksa Tiongkok untuk membangun stasiun antariksa berawak sekitar tahun 2022. “Peluncuran Tiangong-2 akan meletakkan dasar solid bagi pembangunan dan operasi stasiun ruang angkasa permanen di masa depan,” paparnya. Bersama Tiangong-2, juga akan dibawa satelit mikro yang akan mengorbit dekat dengan laboratorium antariksa itu.

Sesudah berada di antariksa, Tiangong-2 yang beratnya 8,6 ton akan mengatur siasat menuju orbit sekitar 380 kilometer di atas bumi untuk uji orbit awal. Selanjutnya laboratorium itu akan bergerak ke orbit lebih tinggi sekitar 393 kilometer di atas permukaan bumi.

Sebelum pesawat antariksa berawak Shenzhou-11 merapat ke laboratorium tersebut, pada April 2017, pesawat kargo pertama Tiongkok, Tianzhou-1, juga akan dikirim ke orbit untuk merapat ke Tiangong-2 dan menyediakan bakar serta pasokan lainnya.

Shenzhou-11 akan membawa dua astronot ke Tiangong-2. Di sini, mereka akan bekerja selama 30 hari untuk menjalankan penelitian ilmiah antariksa dalam skala yang relatif lebih besar dari rencana sebelumnya, yakni terkait pengobatan dalam kedirgantaraan, fisika dan biologi antariksa dan perbaikan perlengkapan di orbit.

Para ahli, ujar Wu, akan memeriksa dan mengevaluasi teknologi utama yang terlibat dalam pemasokan kembali bahan bakar di orbit dan perbaikan peralatan yang berkaitan dengan masa tinggal lama astronot di antariksa.

Laboratorium antariksa Tiangong-2  bisa menampung dua astronot sampai 30 hari, bisa menerima pesawat kargo dan pesawat berawak, dan dirancang beroperasi selama sedikitnya dua tahun. Dengan panjang 10,4 meter dan diameter maksimum 3,35 meter, Tiangong-2 mirip dengan pendahulunya Tiangong-1, yang diluncurkan tahun 2011.

Kendati  Tiangong-1 telah mengakhiri layanan datanya tahun ini, namun ruang tinggal dan pendukung hidupnya telah diperbaiki untuk memungkinkan para astronot tinggal lebih lama di antariksa.[JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here