Berjalan-jalan di Chinatown New York

Patung Lin Ze Xu (Foto-Foto: JX/Iman Sjahputra)

NEW YORK, JIA XIANG – Chinatown, New York, Amerika Serikat, boleh  jadi bukan merupakan salah satu pecinan terbesar di Amerika Serikat. Selain Pecinan di San Francisco dengan kualifikasi nomor satu, dan terbesar, Chinatown New York mungkin di urutan kedua. Memasuki kawasan  Pecinan  New York di Canal Streeta kesan pertama adalah adanya campuran budaya antara Barat, Amerika, dengan  Asia.

Tapi budaya Barat tetap mendominasi,  dari segi tampilannya. Gedung-gedung lama dengan arsitektur Barat, masih menjadi peninggalan zaman dulu. Tulisan di gedung dan tembok masih dalam bahasa Inggris. Karakter tulisan Mandarin tidak banyak.  Kebanyakan tanda  jalan juga dalam bahasa Inggris.

Yang menjadi ciri lokasi Chinatown adalah seekor “naga kuning” bertengger di atas suatu bangunan berwarna merah mirip sebuah pos. Sepanjang jalan utama Canal Street terdapat berbagai kios ritel,  pertokoan 3  lantai yang memperdagangkan barang-barang kebutuhan warga setempat, berbagai bank asing, sebuah vihara Buddha berada di ujung jalan. Di tengah Canal Street ada perkampungan orang Italia  yang disebut “Little Italy”.  Di sini dapat  dilihat kehidupan dan budaya orang-orang Italia yang berbaur dengan orang Cina di Amerika.

Kebanyakan Restoran dan cafe di Little Italy menjual masakan Italia.  Sedangkan toko ritel banyak  menjual pakaian,  kaos,  tas, topi yang umumnya buatan Cina, Vietnam dan Pakistan. Di seberang kawasan Little Italy,    terdapat pedagang yang menjajakan buah-buahan  produk Amerika seperti anggur, cherry, berry, strawberry, dan apel.

Namun banyak juga toko, restoran dan cafe  dengan signboard  tulisan Mandarin. Ada restoran Shanghai, Canton, Teo Chiu, dan Hu nan. Restoran-restoran ini mempunyai chef yang andal. Mereka menyajikan makanan seperti udang mayones, hoysam bak kut dan sapo seafood  dari daerah masing-masing seperti Shanghai dan Canton.

Tak jauh dari restoran dan cafe tersebut, berdiri sebuah gereja Katolik, yang posisi sebenarnya adalah tepat di tengah Chinatown. Dalam pengamatan wartawan Jia Xiang Hometown, Iman Sjahputra,  gereja tersebut sudah cukup lama berdiri, karena bangunannya terlihat kuno.

Tak jauh dari gereja, ada gapura hasil sumbangan Pemerintah Amerika, selain itu juga berdiri patung pahlawan keturunan Tionghoa, Lin Ze Xu,  yang membantu kemerdekaan orang Amerika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here