60 Mahasiswa Ikuti HSBC Business Case Competition 2016

Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko, (dua dari kiri) menjelaskan HSBC Business Case Competition 2016. Dia didampingi Ari Kunwidodo, Director of Fundraising and Student Recruitment, Putera Sampoerna Foundation, (paling kiri), praktisi bisnis Fung Fuk, (tiga dari kiri), Joseph Buntaran, President Director LOTTE Mart Wholesale Indonesia, (empat dari kiri) (Foto: JX/Windrarto]

JAKARTA, JIA XIANG – Sebanyak 60 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi mengikuti untuk seleksi tingkat nasional, yang dimulai pada Sabtu (23/4/16) di Gedung B, Sampoerna University Campus 1, Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka akan mengikuti kompetisi mulai dari babak penyisihan (23 April 2016) hingga babak final (25 April 2016). Di babak penyisihan, tim peserta akan saling berkompetisi satu sama lain di depan dewan juri yang terdiri dari para pelaku bisnis terkemuka.

Tim terbaik (masing-masing perguruan tinggi mengirim tim beranggotakan empat mahasiswa) dalam kompetisi bertema “Persaingan Pasar Bebas dan Tuntutan terhadap SDM Berdaya Saing Tinggi & Berwawasan Global” ini akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi HSBC Business Case Competition tingkat internasional yang akan berlangsung di Hong Kong, Juni 2016 mendatang.

Adapun perguruan tinggi yang mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi ini adalah Bina Nusantara University, ITB Sekolah Bisnis Manajemen Bandung, Indonesian Banking School, PPM School of Management, Universitas Pelita Harapan, Sampoerna University, Universitas Parahayangan Bandung, Prasetiya Mulya Business School, Trisakti School of Management, Universitas Trilogi, UGM Yogyakarta, Universitas Indonesia, IPMI International Business School, Universitas Atmajaya Yogyakarta, President University.

Kompetisi keempat kalinya ini kembali dimotori oleh HSBC Indonesia berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi ini sebagai wujud konsistensi komitmen untuk secara terus menerus mendukung peningkatan kualitas generasi muda Indonesia dengan menyelenggarakan HSBC Business Case Competition.

Menurut Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko, salah satu komitmen HSBC di dunia pendidikan adalah turut menyiapkan dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing global di era pasar bebas. “Kompetisi ini akan menjadi pelengkap dari kurikulum yang diberikan di perguruan tinggi agar mahasiswa dapat merumuskan solusi bisnis secara analitis,” tuturnya.

Melalui kompetisi ini, lanjutnya, mereka mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pakar dan profesional berpengalaman, serta problematika nyata dunia kerja. “Dengan demikian kami turut mendukung mereka dalam mewujudkan aspirasi, khususnya dalam berbisnis,” papar Nuni.

Hal senada disampaikan Ari Kunwidodo selaku Director of Fundraising and Student Recruitment, Putera Sampoerna Foundation. “HSBC Business Case Competition ini memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengeksplor bisnis case. Karena mereka nanti, di masa depan ketika sudah lulus akan menjadi pelaku, sehingga dapat mempersiapkan diri mereka dalam mengatasi kasus-kasus dalam bisnis.”

Sebelum kompetisi dimulai, para peserta mendengarkan paparan dari tiga praktisi bisnis.  Mereka adalah  Head of Special Project HSBC Indonesia, Stuart Rogers, yang memaparkan tentang “Membangun Karir di Industri Keuangan dan Perbankan”, President Director LOTTE Mart Wholesale Indonesia, Joseph Buntaran, yang memaparkan tentang “Pertumbuhan Industri Ritel dan Kebutuhan Tenaga Kerja Profesional Berkompetensi Tinggi & Berwawasan Global”, serta pengusaha muda generasi 1990-an Marchella Febritrisia, yang berkisah tentang “Anak Muda dan Kewirausahaan”.

Saat jumpa pers, Carissa Geneviene Gunawan, pemenang HSBC Business Case Competition tahun 2015 lalu berbagi pengalamannya pergi ke Hong Kong untuk mengikuti HSBC Business Case Competition tingkat internasional. “Dalam HSBC Business Case Competition ini diajarkan bagaimana menyelesaikan masalah-masalah bisnis yang ada di Asia. Kreativitas harus ditunjukkan karena hanya punya waktu 2,5 jam untuk menganalisa tanpa bantuan informasi dari luar,” paparnya. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here