Abu Vulkanik Kelud Menyebar ke Barat

Jakarta, Jia Xiang – Abu dan pasir dari erupsi Gunung Kelud yang mencapai hingga 17 km lebih banyak terbawa angin ke arah barat dan barat laut sehingga berdampak hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menganalisa mengapa hujan abu dan pasir erupsi Gunung Kelud masih terjadi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Berdasarkan analisis BMKG, ia mengatakan abu dan pasir dari erupsi Gunung Kelud pada lapisan 1.500 meter (m) terbawa angin ke arah timur laut. Sedangkan pada lapisan 5.000 m terbawa ke arah barat laut, dan pada 9.000 m ke arah barat.

Material abu dan pasir tersebut, lanjutnya, melayang-layang di atmosfer dan menyebar di daerah yang jauh dari Gunung Kelud. Wilayah barat lebih banyak terjadi hujan abu dan pasir seperti di Pacitan, Ponorogo, Wonogiri, Bantul, Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Kebumen, Solo, Boyolali, Salatiga, Temanggung.

Sedangkan di bagian timur hujan abu menyebar hingga Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan Ampenan (NTB). Sejak pukul 08.00 WIB, cuaca di Kediri dan Blitar cerah. Sudah tidak terjadi hujan abu pasir dari Gunung Kelud yang pertama meletus pada Kamis malam.

Menurut Sutopo, sinar matahari menembus hingga permukaan tanah dan langit terlihat biru. Namun di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan masih terjadi hujan abu dan pasir.

Sebelumnya Kepala PVMBG Muhamad Hendrasto mengatakan rekomendasi radius aman di 10 km tetap diberlakukan. Dan ia berharap rekomendasi tersebut dapat dipatuhi masyarakat. [Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here