Ahok: Ada Oknum Tak Tahu Cara Menandinginya

Ahok, Gubernur DKI Jakarta. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, merasa isu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menerima mahar Rp10 triliun untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI merupakan tindakan oknum yang pengecut.

Menurut Ahok, sapaan akrab gubernur DKI Jakarta, ada oknum yang tidak mengerti cara menandinginya sebagai gubernur petahana DKI, dan memainkan isu seperti itu kepada salah satu partai pendukungnya.

“Aku nggak tahu fitnah atau tidak ya. Itu cuma tindakan pengecut si rasis yang nggak ngerti tandingi (Ahok-red),” kata gubernur DKI di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/10/16).

Dia menegaskan,  untuk oknum yang berada dipihak calon gubernur dan wakil gubernur lainnya supaya bertindak sportif. “Kita tanding saja, ngomongin program (untuk DKI),” lanjutnya.

Ungkapan “Asal Bukan Ahok”  dinilai Ahok, tidak mencerminkan kesan sportif dalam Pilkada DKI. Dia berharap kubu lawan politiknya dapat merespon dengan program-program untuk Jakarta.

“Jangan  ‘Asal Bukan Ahok’. Ayo dong, ngomong program sama saya gitu loh. Saya sudah bilang, di Kampung saya, (orang) pintar mengajar (orang) bodoh nurut,”  ujar Ahok.

Pemberitaan soal mahar ini terkait dengan laporan Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedia Pandjaitan, ke Polda Metro Jaya, Kamis (6/10/16).  Laporan itu didasari pada pemberitaan salah satu media online dengan judul  Wow, Menteri Bocorkan Mahar Ahok Ke PDIP Rp 10 triliun? yang dipublikasikan pada 24 September 2016.

Pihak yang dilaporkan Trimedia, adalah seorang wartawan senior yang mengutip media online tersebut dalam akun media sosial Facebook-nya dengan kalimat “Jadi ternyata minta mahar? 10 Trilyun? DP 3 Triliun harus malam ini juga? Duh Gusti… Itu duit apa kreweng… Woiii… KPK Mana? KPK Mana?” pada 20 September 2016. Pada saat berita ini dipublikasikan, status dalam halaman Facebook yang dilaporkan sudah tidak ada karena dihapus. [JX/Cka/E4]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here