Ahok Akan Berhentikan PNS DKI jika Terbukti Berbuat Asusila

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum dapat banyak menanggapi kasus dugaan pencabulan yang dilakukan tiga oknum Pegawai Negeri Sipil DKI Jakarta kepada siswi magang. Menurut dia, kasus belum terusut tuntas karena masih menemukan ketidaksesuaian bukti yang ditunjukan oleh korban maupun terduga. Tapi jika kelak terbukti oknum PNS melakukan hal tidak terpuji itu akan segera diberhentikan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil temuan terakhir yang diketahuinya PNS DKI belum terbukti melakukan hal tersebut. Dari bukti closed circuit television (cctv) tidak terekam wajah dari oknum yang diduga melakukan hal tidak senonoh di sana.

“Hasil temuan katanya tidak. Tidak jelas loh, Dia tidak ada buktiin CCTV. Yang dibilangin di lantai ini, orang ini keluar, semua CCTV katanya tidak ada,” kata Ahok, di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/8/16).

Menurut Ahok, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan dari oknum PNS DKI yang melakukan hal tersebut. Padahal jika memang hal tidak sesuai norma itu dilakukan berdasarkan kesaksian korban, dapat disesuaikan dengan rekaman CCTV.

“Saya juga bingung, tuduhan sama si ini (PNS) tidak sesuai sekarang. Ada bukti, bukti misalnya kamu tuduh saya jewer kamu di sini gitu ya, kan ada CCTV semua nih. Jam yang sama hari yang sama, saya tidak di sini, saya lagi tugas di luar. Nah, bagaimana kamu mau nuduh saya?” paparnya.

Ahok tidak ingin terlalu banyak berkomentar terkait hal tersebut karena telah menyerahkan semua kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas. “Keluar masuk orang kan ada CCTV. Kita rekam semua CCTV. Nah itu juga saya tidak tahu, makanya (saya) serahin ke polisi,” ujarnya.

Menurut dia, jika nantinya hasil penyidikan dan penyelidikan menunjukkan oknum PNS terbukti melakukan hal itu, hukuman terberat akan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Ahok akan mengganjar oknum PNS tersebut dengan hukuman pemecatan.

“Bagi saya sederhana, kalau PNS atau PHL, oknum siapapun berbuat tidak wajar, asusila, pasti saya berhentikan. Sudah gitu saja,” tegas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here