Ahok Anggap Teror Ada Pria Dianiaya karena Disangka Ahok

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan insiden yang menimpa seorang pria bernama Andrew Budikusuma di Halte Transjakarta Jakarta Convention Center (JCC) merupakan bagian teror untuk dirinya. Pasalnya dalam pengakuan Andrew yang hendak melaporkan kejadian yang dialaminya akhir pekan lalu, dia disangka sebagai Ahok oleh kelompok orang yang langsung menganiaya dirinya.

Menanggapi hal tersebut, Ahok menyebut kelompok yang telah menganiaya Andrew melakukan teror yang kampungan. Menurut dia, teror itu hanya akan dilakukan oleh orang-orang pengecut yang munafik karena tidak langsung menemui dirinya.

“Kalau ketemu saya, dia mana berani gebukin, itu namanya teror. Coba dia berani ngulang lagi nggak? Itu kan cuma cara teror yang kampungan, orang-orang pengecut yang munafik tahu nggak! Itu teknik teror saja,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (30/8/16).

Ahok kembali menuturkan, dirinya sudah banyak menerima teror. Aksi teror terkait peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) diakui olehnya sudah terhitung lima kali dilakukan oleh oknum masyarakat.

“Tidak boleh diresmikan itu (RPTRA), tapi gagal. Teror saya tidak boleh ke Kawinan di Kampung, tapi gagal. Mau ke sini tapi takut, jadi cuma mau teror di luar,” jelasnya.

Terkait penganiayaan yang dilakukan oknum warga di Halte Transjakarta kepada Andrew ditegaskan Ahok sangat mengada-ada. Wajah Andrew diakui oleh Ahok sangat berbeda, sehingga tidak ada alasan seharusnya untuk kelompok tersebut memanggil Andrew dengan nama Ahok.

“Itu cuma orang pengecut saja. Iya dong. Jelas itu manggil Ahok-Ahok, tampangnya beda kok,” papar Ahok.

Terkait petugas onboard Transjakarta yang hendak dilaporkan juga oleh Andrew kepada pihak berwajib, Ahok memberikan pembelaan. Menurut dia, petugas onboard mungkin merasa takut karena oknum penganiaya Andrew lebih dari satu orang. Tapi ditegaskan juga oleh dia, peristiwa yang menimpa Andrew sedang diteliti oleh pihak Transjakarta.

“Itu juga lagi kita teliti. Kan dia juga ada tingkat ketakutan juga. Kalau sudah tiga-empat orang, kamu kira gampang satu lawan dua lawan tiga,” kata Ahok.

Dia juga menegaskan peristiwa seperti ini tidak akan terjadi lagi karena pihak Transjakarta akan terus mengusutnya. “Orang kayak gitu juga biasanya tidak berani terusin, kalau diterusi mesti kita tangkap. Pengecut aja itu orang, biasa, orang pengecut,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here