Ahok Bantah Tuduhan FITRA

Jia Xiang – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, pernyataan yang dilontarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) soal pemborosan anggaran blusukan yang dilakukan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) tidak beralasan karena dinilai menggeneralisir fakta.

Hal itu disampaikan Ahok kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Kamis (25/7/13). Menurut Ahok,  apa yang dilontarkan Fitra sangat tendensius,  sebab penggunaan anggaran di DKI Jakarta selama ini sangat transparan dan data-data yang dikemukakan Fitra adalah data yang telah dipublikasikan oleh pemprov DKI

“Kalimat “temuan” yang dikemukakan Fitra  itu sangat tendensius karena data yang mereka kemukakan disamaratakan untuk semua periode kepemimpinan gubernur.

Menurut Ahok, mengapa Fitra menggunakan melemparkan isu ke publik bahwa DKI Jakarta adalah provinsi paling korup dan Jokowi telah menghabiskan uang operasional untuk blusukan.

“Data paling korup itu terjadi tahun berapa? Jangan disembunyikan dong tahunnya supaya masyarakat tahu yang sebenarnya,” ujar Ahok bersemangat.

Hal tersebut menurut Ahok telah membiaskan opini publik dan Fitrah tidak relevan menuduh uang operasional jokowi lebih besar dari pada pemerintahan sebelumnya.

Lebih lanjut ujar Ahok, Fitra bukan lembaga ecek-ecek dan banyak orang pandai di situ. Jadi mereka tentunya sangat paham peraturan pemerintah tentang penggunaan anggaran.
Jadi wajar kami menilai mereka tengah bermain politik.

Pada Selasa 23 Juli 2013 Direktur Investigasi Ucok Sky Khadafi mengatakan bahwa
blusukan yang dilakukan Jokowi hanya menghambur-hamburkan anggaran, karena menghabiskan Rp 26,6 miliar per tahun.

Ucok mengatakan, angka Rp 26,6 miliar tersebut bisa dilihat dari lampiran III Peraturan Gubernur Nomor 10 tahun 2013, tertanggal, 25 Februari 2013, pada halaman 50.[Yuv/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here