Ahok berharap MK Beri Solusi tentang Cuti

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menerangkan alasannya mengajukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait cuti kampanye dalam Undang-Undang Pilkada hanya ingin mendapat penegasan apakah calon petahana di daerah juga harus mengikuti aturan cuti selama tiga bulan walau tidak melakukan kampanye.

“Saya cuma minta fatwa MK. Apakah benar undang-undang yang dikeluarkan ini memaksa saya cuti sekalipun saya tidak mau kampanye? Dan cutinya hampir tiga bulan,” papar Ahok, sapaan karib Basuki di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/8/16).

Menurut dia, waktu untuk kampanye kemungkinan besar akan berada di masa-masa pembahasan dan penentuan anggaran di tahun berikutnya. “Kita bisa bayangin setahun itu cuma 12 bulan. Kalau di penghujung tahun hingga tahun depan, ini lagi kritisnya anggaran, kritisnya serapan anggaran,” lanjut Ahok.

Ia tidak ingin anggaran yang akan dipertanggung jawabkannya kembali setelah cuti masa kampanye itu tidak penuh diketahui olehnya. “Lalu, kita dipaksa keluar dari sini (pemerintahan),” jelasnya.

Ahok berharap MK dapat menjelaskan kegamangan dirinya terkait keadilan untuk calon petahana. “Apakah itu adil atau tidak? Melanggar undang-undang dasar atau tidak?” tutur Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here