Ahok Dapat Laporan Kasus Sanusi dari Sekwan Jumat Pagi

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tahu menahu terkait penangkapan anggota DPRD M. Sanusi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia baru mendapatkan laporan dari Sekretaris Dewan Yuliadi pada Jumat pagi bahwa ada empat ruangan disegel KPK.

“(Sekwan) baru tadi pagi laporan, dia juga tidak tahu, dia bilang, saya tidak tahu (Sanusi) ditangkap,” kata Ahok, sapaan karib Basuki, di Balaikota Jakarta, Jumat (1/4/16).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Jia Xiang Hometown, ada empat ruangan yang disegel oleh KPK. Adapun ruangan di Gedung DPRD yang dimaksud antara lain Ruang Ketua Komisi D (M. Sanusi), Ruang CCTV, Ruang Sekretariat Perundang-undangan, dan Ruang Wakil Ketua DPRD (Mohamad Taufik).

Ahok menduga penangkapan itu terkait Badan Legislasi Daerah (Balegda) karena ada ruangan Wakil Ketua Taufik yang tersegel. Diketahui, Taufik adalah Ketua Balegda yang sedang menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

“Tapi begitu, saya pikir Balegda segala macam pasti ada hubungan, tadi (siaran tv langsung dari KPK) Pak Agus Rahadjo (KPK) ngomong kan, hal seperti ini bisa terjadi di seluruh Indonesia. Karena suka dagang kebijakan,” ujarnya.

Dia merasa ada perbedaan antara legislatif dan eksekutif dalam porsi membuat kebijakan. “Kalau buat kita (eksekutif) hanya sodorkan saja, apa adanya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, M. Sanusi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Kamis (31/3/16). Malam itu juga, ruangannya di Gedung DPRD disegel oleh petugas dari lembaga antirasuah itu.[JX/Cka/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here