Ahok-Djarot Hendak Realisasikan Transportasi Kota Murah

Bus Transjakarta. (Foto: JX/Dok)

JAKARTA, JIA XIANG – Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan dirinya bukanlah Robin Hood. Ungkapan dirinya mirip tokoh Robin Hood dianggap tidak cocok karena, Ahok mengklaim dia hanya menjalankan Sila ke-5 dari Pancasila.

Ia sempat menjelaskan program-program kerjanya di bidang transportasi saat bertemu dengan pendukungnya di Balai Rakyat Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/16). Rencana Electronic Road Pricing (ERP) akan dibebankan untuk masyarakat yang mampu saja.

“Saya bukan Robinhood. Kalau saya berjiwa sosial untuk warga Jakarta, karena saya menjalankan sila-sila dalam Pancasila. Misal, ERP itu saya bebankan untuk orang kaya,” papar Ahok.

Menurut dia, pendapatan dari ERP akan menguntungkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia memperkirakan DKI akan mendapat sekitar Rp 4 – 5 triliun yang nantinya akan digunakan untuk mensubsidi pengadaan bus.

“Sehingga nanti, untuk warga yang berpenghaslan di bawah upah minimum provinsi (UMP), penyandang disabilitas, dan lansia tidak perlu membayar biaya transportasi bus,” paparnya.

Ahok ingin kedepannya jika dia terpilih lagi akan mengadministrasikan penerapan keadilan sosial di Jakarta. “Kami ingin semua warga Jakarta dari berbagi lapisan bisa mengakses semua fasilitas yang tersedia di Jakarta,” harapnya.

Selain bicara soal keadilan sosial, Ahok juga mengatakan solusinya untuk mengurai kemacetan di Ibukota. Pemprov DKI tengah menyiapkan 45 jalan tol dan jalan layang, transportasi masal Mass Rapid Transit (MRT) dan Bus Rapid Transit (BRT).

“DKI siapkan 45 jalan tol dan fly over, MRT yang menyambungkan antara barat dan timur serta utara dan selatan. Selain itu, armada bus, termasuk bus gandeng tiga,” ungkapnya.

Untuk mengurangi kendaraan pribadi di Ibukota, Ahok juga berharap warga yang tinggal di kota satelit sekitar Jakarta dapat menggunakan kendaraan umum. “Karena bus ukuran metromini akan menggantikan peran angkot, yang ¬†trayeknya hingga ke dalam perumahan. Tempat ibu dan bapak tinggal akan dilayani oleh bus baru,” paparnya.

Tidak hanya transportasi yang dibahas oleh Ahok. Ia juga menyorot pekerjaan rumahnya jika nanti sudah kembali aktif menjadi Gubernur DKI pada 11 Februari 2017.

Pejalan kaki akan lebih diperhatikan Pemprov dengan rencana revitalisasi trotoar yang ada di Jakarta. “Pemda DKI akan merevitalisasi seluruh trotoar sepanjang 2.600 km. Anggarannya tentu kami ambil dari kontribusi pengembang dan APBD,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here