Ahok Harap PNS Bersikap Netral

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan harapannya untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemprov DKI dapat bersikap netral saat masa kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) mendatang. Tidak tanggung-tanggung, jika ada PNS yang ikut terlibat dalam kampanye, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menjatuhi hukuman berat yaitu pemecatan.

Menurut Ahok, netralitas PNS harus dijaga dengan cara tidak ikut dalam hal dukungan kepada Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Sekretaris Daerah, Saefullah juga dikatakan oleh Ahok, sudah menginstruksikan hal tersebut kepada PNS.

“Sudah ada instruksi dari Sekda kan soal itu (netralitas PNS). Sekda itu Kepala (PNS) kan. PNS tidak boleh terlibat,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/10/16).

Ia juga menegaskan, PNS DKI dilarang mendukung dirinya dalam Pilkada mendatang. Karena ada hukuman untuk PNS berupa pemecatan bila ikut-ikutan mendukung salah satu paslon Gubernur dan Wagub. Diketahui Ahok akan maju kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Petahana, Djarot Saiful Hidayat.

“Saya juga dalam Rapim (Rapat Pimpinan), Saya sampaikan, kalau PNS terlibat kita akan pecat. Termasuk membela saya, juga tidak boleh,” tegas Ahok.

Ia ingin Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat membuat karyawan Pemda bersikap profesional terhadap tugasnya. “Kita pengen kan, setelah ada UU ASN, kita pengen sekali Aparatur Sipil Negara ada PNS dan P3K (Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak). Kita harapkan mereka itu profesional, itu sih harapan kita,” pungkas Ahok.

Diketahui sebelumnya, Pasangan Cagub – Cawagub DKI selain Ahok-Djarot ada juga yang berasal dari lingkungan Pemprov DKI, seperti Calon Wakil Gubernur Sylviana Murni yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here