Ahok Ingatkan Warga Jangan Unjuk Rasa di Depan Rumahnya

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Sejumlah warga yang mengaku berasal dari daerah Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu sore (13/3/16) sempat ingin mendatangi rumah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di kawasan Pantai Mutiara. Tetapi hal itu dicegah oleh aparat Kepolisian yang mengamankan warga dan mereka bubar sekitar pukul 17.30 WIB.

Menanggapi hal itu, Ahok, sapaan karib Basuki menjelaskan, hal yang dilakukan oleh warga itu jelas menyalahi aturan. “Ya saya pikir, kalau kamu mengerti peraturan ya tidak boleh demo ke rumah,” kata dia di Balai Kota Jakarta, Senin (14/3/16).

Ia menegaskan, jika ada warga yang ingin tetap melanjutkan demo di kawasan perumahan, itu akan dikenakan hukuman. Tidak tanggung-tanggung, akan ada ketentuan hukuman pidana bagi yang melanggar aturan tersebut.

“Kalau kamu ke rumah, pasti kamu ditangkap lalu pidana, santai saja kita,” ujar Ahok.

Aturan Tertib Demo di Ibukota tertulis dalam Peraturan Gubernur Nomor 232 Tahun 2015. Dalam Pergub itu, terdapat aturan penyediaan lokasi aksi unjuk rasa yang sebelumnya hanya boleh dilakukan di tiga tempat, yaitu Parkir Timur Senayan, Alun-Alun Demokrasi MPR/DPR RI dan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas).

Sehingga, Ahok menekankan, bila ada yang berani menggelar aksi demo di rumahnya, akan ditangkap oleh pihak berwenang. “Kalau kamu tetap demo, pasti kita tangkap,” ujarnya.

Ia tidak melarang bila ada warga yang ingin mengeluarkan aspirasinya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Karena itu area terbuka dan memang dekat dengan kawasan Silang Selatan Monas.

“Kalau mau demo di kantor, demo aja silakan,” jelas Ahok.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan JiaXiang Hometown, pagi tadi, ada kelompok yang melakukan aksi demo di depan Balaikota Jakarta. Kelompok itu mengatasnamakan Persatuan Pengemudi Angkutan Darat (PPAD).[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here