Ahok Mulai Diadili

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Jaksa penuntut umum menjerat terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dua pasal alternatif.

“Alternatif pertama adalah pelanggaran terhadap pasal 156 a huruf a KUHP, alternatif kedua adalah pasal 156 KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/16). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwiyarso Budi Santiarto.

Materi di dalam dakwaan alternatif pertama, Ali menjelaskan, terkait dengan kualifikasi penodaan terhadap agama saat Ahok selaku gubernur DKI Jakarta pada 27 September melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, tempat dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah Ayat 51 untuk keperluan tertentu.

“Demikian pula dakwaan alternatif kedua pada hakikatnya sama, hanya kualifikasinya yang berbeda,” ujar Ali.

Setelah jaksa membacakan dakwaan, Ahok langsung menyampaikan pembelaan, membacakan buku “Berlindung di Balik Ayat Suci” yang dia tulis pada 2008. Ahok juga mengungkapkan kedekatan hubungannya dengan keluarga angkatnya yang Muslim.

Saat membacakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan penistaan agama yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/12/16), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak dapat membendung air matanya saat mengucapkan kalimat yang menceritakan orang tua angkatnya yang beragama muslim.

“Saya tidak habis pikir, mengapa saya bisa dituduh sebagai penista agama,” ucap Ahok.

Menurut Ahok, jika benar dia sengaja melakukan apa yang dakwakan Jaksa Penuntut Umum, dia merasa seperti orang yang tidak tahu terima kasih atas kasih sayang keluarga orang tua angkatnya.

“Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya yang Islamnya sangat taat,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Ahok diangkat anak oleh mantan Bupati Bone tahun 1967-1970, Andi Baso Amier. Adapun Ayah angkatnya merupakan adik kandung mantan Panglima ABRI, alm. Jenderal TNI (Purn) Muhammad Jusuf.

“Ayah saya dengan ayah angkat saya, bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan kedua orangtua angkat saya kepada saya, sangat berbekas pada diri saya sampai dengan hari ini,” papar dia dengan suara menahan tangis. [JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here