Ahok Siap Menjalani Putusan MK

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri sidang lanjutan perkara uji materi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mengenai cuti selama masa kampanye di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. Adapun agenda dengan nomor perkara 60/PUU-XIV/2016 pada Kamis (6/10/16) mendengarkan keterangan ahli Presiden.

Ahok, sapaan karib Basuki, mengaku belum mengetahui putusan Hakim Konstitusi akan dibacakan hari ini (Kamis) atau waktu sidang mendatang. Karena menurut agenda yang diterima olehnya, hari ini mendengarkan ahli dari Pemerintah dan DPR.

“Ya hari ini kita dengarkan. Tinggal satu kali sidang lagi. Saya tidak tahu apakah hakim akan langsung memutuskan hari ini. Tapi biasanya sih, ada sidang berikutnya,” kata Ahok, di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/10/16).

Menurut dia, sidang berikutnya mungkin akan beragendakan mendengarkan putusan Hakim Konstitusi atas uji materi yang diajukan oleh Ahok. “Kita tunggu saja, saya nanti hadir,” lanjut Ahok.

Ia tidak dapat menduga atau memperkirakan putusan Hakim akan menerima atau menolak uji materi yang diajukannya. “Itu kewenangan Hakim. Saya tidak bisa campurin,” ucap Ahok.

Calon Gubernur Petahana yang sudah mengantongi dukungan dari PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan Partai Golkar ini akan menerima bila memang uji materinya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Ia tidak akan mengelak harus melakukan cuti dari jabatannya saat ini. “Kalau tidak diterima, yaa cuti. Enak kan,” ujarnya.

Tapi, ada hal yang dipastikan olehnya saat dia meninggalkan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada cuti masa kampanye. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tidak akan bisa ditandatangani oleh pejabat DKI maupun pelaksana tugas. Pernyataan itu, diyakini Ahok karena diucapkan oleh Mantan Hakim Konstitusi, Harjono.

“Cuma, ya pasti yakin APBD tidak bisa tanda tangan sampai Februari. APBD tidak bisa tanda tangan oleh Pelaksana Tugas atau Pejabat, kecuali saya sudah berhenti (sebagai Gubernur). Itu sudah disampaikan Pak Harjono secara UUD 45,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here