Ahok Siap Penuhi Panggilan Komisi III DPR-RI

Pembongkaran kawasan Kalijodo, salah satu materi yang akan dipertanyakan Komisi III DPR-RI ke Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Terkait penggusuran Kalijodo, tempat hiburan Alexis dan Malioboro serta dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras, Komisi III DPR-RI akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tidak hanya Gubernur DKI, Kapolda Irjen Pol Tito Karnavian juga akan dipanggil untuk memberikan penjelasan.

Menanggapi hal itu, Basuki tidak berkecil hati. Ia malah senang, karena seolah dianggap memiliki jabatan tinggi di pemerintahan karena dipanggil oleh DPR-RI.

“DPR mau panggil saya, seperti sekelas Presiden saya,” tutur Ahok, sapaan karib Basuki, dengan nada bercanda, di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/3/16).

Ia tidak habis pikir, padahal dirinya hanya pejabat di tingkat pemerintah provinsi yang sebetulnya, kasus itu bisa ditangani oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.

Terlebih, Ahok agak terusik dengan ungkapan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai lamban dalam kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras. Ia menegaskan, bahwa KPK bekerja secara profesional.

“KPK itu profesional. Kok malah dituduh memihak saya. Seperti (tudingan) DPRD Lulung itu. Saya kadang-kadang merasa bangga menjadi Ahok, ternyata bisa atur KPK, kata mereka,” ungkap Ahok.

Tapi untuk menyelesaikan permasalahan itu, Ahok menegaskan siap bila kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras bisa dibawa ke ranah meja hijau.

“Saya akan ikuti proses hukum. Saya lebih senang kalau di pengadilan. Semua orang akan dengar salahnya di mana beli RS Sumber Waras,” tegas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here