Ahok Tak Izinkan PNS DKI Terlambat Kerja

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mengizinkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI memanfaatkan himbauan orangtua mengantar anak di hari pertama masuk sekolah dan datang terlambat untuk kepentingan lain.Ahok, sapaan karib Basuki menagaskan himbauan yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu bertujuan baik. Tapi anak seorang PNS harus mengerti keadaan dan kewajiban orang tuanya yang harus melayani masyarakat.
“Ya itu memang baik sih. Tapi tidak bisa dianterin juga anak mengerti kok. Tergantung kamu sempat atau tidak. Kalau jadi pegawai kan susah,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/7/16).
Berbeda cerita dengannya sebelum menjabat sebagai pejabat daerah, dia menjelaskan saat masih menjadi pengusaha dirinya selalu menyempatkan antar-jemput anak. Tapi, setelah menjadi pejabat pemerintahan hal itu sulit dilakukan karena terbentur jadwal kerja.
“Kalau jadi bos, dulu waktu saya jadi bos ya, bisa antar anak. Kerjaan saya antar-jemput anak. Tapi sudah jadi pejabat, sudah tidak bisa sekarang,” ungkap dia.
Beberapa waktu lalu, Ahok menambahkan, saat menghadiri acara wisuda SMA anak pertamanya, Nicholas Sean Purnama, kehadirannya hanya sebentar dan tetap harus kembali bekerja karena ada paripurna yang sudah diagendakan.
“Anak saya wisuda saja, gara-gara ada Paripurna, nggak selesai ngikutin (acara). Nggak nunggu dia (Nicho) terima sertifikat,” kenang Ahok.
Setibanya di lokasi acara, tambahnya, Ahok sudah menjelaskan pada anak sulungnya bahwa kehadirannya tidak bisa sampai acara selesai karena ada agenda Paripurna bersama DPRD DKI. “Maka harus ditinggalkan, anak saya tetap mengerti saja,” tegasnya.
Berdasarkan hal itu, dia tetap tidak mengizinkan PNS untuk terlambat bila memang ingin mengantarkan anak masing-masing ke sekolah. “Nggak (izinkan), bisa jadi semua alasan nanti,” ucap Ahok sambil menegaskan bahwa dia tidak akan memberi keringanan bila kedua orang tua anak adalah PNS DKI. “Kalau dua-duanya (ibu dan bapak) PNS, anaknya ngerti kok kalau orang tuanya PNS,” tegas dia. [JX/Cka/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here