Ahok Tegaskan Dirinya Bukan Petugas Partai

Basuki Tjahaja Purnama (tengah) dan para pendukung. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Bakal Calon Gubernur Petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan dirinya bukanlah petugas partai. Karena menurut dia, dengan didukung oleh partai bukan berarti dirinya masuk menjadi seorang petugas partai.

“Aduh, mau petugas partai gimana? Partai mengusung mendukung, kan sudah sama, kamu kalau lihat orang itu lihat karakter, saya ini sudah tiga partai. Pernah nggak partai ngatur saya?” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/8/16).

Ia menuturkan kembali sejarah dirinya saat berpolitik bersama Partai Indonesia Baru (PIB). “Saya dulu mau ribut sama Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal). Banting-banting pukul-pukul meja, tidak berani dipecat juga. Sampai terakhir saya jadi Sekjen, pada nggak bener, gue berhenti saja, keluar. Nih kartu anggota Sekjen, gue berhenti,” papar Ahok.

Begitupun dengan pengalamannya saat bergabung dalam Partai Golongan Karya (Golkar). Ia sempat mengajukan diri untuk menjadi Calon Gubernur DKI. Tetapi dia tidak mendapat restu hingga mendapat ancaman dari kader lainnya. “Masuk ke Golkar, terus bilang kalau kamu calon ke DKI, kita pecat. Ya pecat saja, berhenti saja,” kenangnya.

Setelah bersama Golkar, dia pun bergabung dengan Partai Gerindra. Menurut Ahok, alasan dirinya mengundurkan diri karena tidak sepaham terkait Kepala Daerah yang diangkat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Masuk Gerindra, saya ikut saja, begitu kamu maksa mau memperjuangkan Kepala Daerah dipilih oleh DPRD kita kan tidak sepaham, (Ahok) berhenti,” paparnya.

Jadi Ahok menegaskan kembali, dirinya tidak akan terbawa arus untuk menjadi petugas partai. “Apa masih kurang? Terus hari ini orang minta kalau saya mau ikut dicalonkan, mesti masuk partai saya, saya bilang tidak bisa,” tegas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here