Ahok Tersangka

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sudah ditetapkaan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama. Lalu, bagaimana dengan status pencalonan dirinya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017?

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Sumarno menegaskan status Ahok dalam Pilkada tidak akan gugur walau saat ini telah berstatus tersangka. Ahok masih diizinkan oleh KPU DKI untuk tetap melakukan aktifitas kampanye.

“Tidak akan menggugurkan beliau (Ahok). Karena itu, beliau tetap bisa melakukan aktifitas (kampanye),” kata Sumarno di Jakarta, Rabu (16/11/16).

Menurut Sumarno, Ahok masih bisa melakukan aktifitasnya sebagai Calon Gubernur hingga waktu pemungutan suara. Diketahui, pemungutan suara Pilkada DKI akan dilakukan pada 15 Februari 2017.

“Beliau (Ahok), masih bisa melakukan sampai pemungutan suara,” tegasnya.

Ahok masih bisa melakukan haknya sebagai Calon Gubernur selama statusnya tersangka. Tetapi bila status hukum itu diubah menjadi terdakwa dengan hukuman di atas lima tahun tahanan, KPU akan mengambil keputusan.

“Karena menurut Undang-Undang Pilkada, seseorang (Calon) dapat didiskualifikasi, kalau dia berstatus sebagai terpidana dan sudah berkekuatan hukum tetap,” papar Sumarno.

Di tempat dan waktu terpisah, Ahok mengimbau para pendukungnya untuk menerima keputusan hasil gelar perkara yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. “Untuk pendukung kami, kami imbau untuk menerima status saya sebagai tersangka,” katanya di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu.

Ia menerima status hukumnya dengan ungkapan terima kasih kepada pihak Kepolisian. “Saya terima kasih kepada Kepolisian sudah memproses. Saya akan terima proses hukum dengan baik. Ini contoh baik untuk demokrasi,” lanjut Ahok.

Lalu, untuk pendukungnya, Ahok berharap tetap memberikan dukungan pada waktu pemungutan suara pada Februari 2017. “Untuk pendukung kami, tetap datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), untuk memenangkan kami satu putaran,” ucapnya.

“Kita buat satu putaran untuk Ahok-Djarot!” seru Ahok.

Calon Wakil Gubernur Petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengapresiasi pernyataan Ahok yang berani menerima status tersangka dan tidak menghindari proses hukum.

“Pak Ahok, mempunyai jiwa yang besar dan luas. Dengan menghormati proses hukum. Kami semua menerima. Tentunya ini akan mensolidkan agar menang satu putaran,” kata Djarot.

Diketahui sebelumnya, Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka mulai hari ini. Hal itu dilakukan setelah Bareskrim melakukan gelar perkara pada Selasa (15/11/16).

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto saat konferensi pers, Rabu.

Adapun, Ahok menjadi tersangka atas dasar kasus dugaan penodaan agama yang dilakukannya saat melakukan dinas di Kepulauan Seribu pada selasa (27/9/16).[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here