Ahok Yakin KPU dan Bawaslu Bekerja Profesional

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama meyakini Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta bekerja dengan profesional. Begitupun dengan kinerja dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya kira KPU cukup siap dan profesional ya. KPU Provinsi istilahnya, termasuk Bawaslu,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, usai penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah penyelenggaraan Pemilu Daerah antara Gubernur dengan KPU dan Bawaslu, di Balai Kota Jakarta, Senin (16/5/16).

Dia mengaku sudah lebih dari dua kali bertemu dengan KPU Provinsi DKI. Tiap pertemuan, Ahok selalu menyampaikan KPU harus bekerja dengan transparan.

“Terutama sistem pengawasan setelah pemilihan. Supaya orang bisa lihat tidak ada kecurangan,” lanjut Ahok.

Perkiraan dia, nantinya pada saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, Bawaslu akan lebih bekerja keras. Pemprov DKI, diakui olehnya sudah menawarkan bantuan dari UPT Smart City untuk mempermudah kinerja Bawaslu.

“Bawaslu kan tidak bisa membentuk banyak jaringan, dananya terbatas. Jadi biarkan dia (Smart City) buat program, orang melaporkan, ini dia (Smart City) bantu, mereka bisa lihat laporannya itu bisa melakukan penindakan,” paparnya.

Alasan Ahok menawarkan sistem Smart City kepada Bawaslu tidaklah tanpa sebab. Menurutnya, menjelang pemilu nanti, akan ada saja fitnah atau peristiwa yang tidak terduga.

“Karena saya melihat bisa saja, fitnah macam-macam, banyak. Jadi lebih baik dibuat transparan, seadil mungkin agar warga bisa puas,” pungkas dia.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here