AISI Dorong Produk Sepeda Motor Indonesia Ramah Lingkungan

Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata (tengah), seusai jumpa pers, berjabat tangan dengan pendukung IMOS 2016. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Industri sepeda motor memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi pada pengembangan industri nasional melalui penciptaan lapangan kerja serta penyerapan jumlah tenaga kerja. Dalam hal pengembangan pasar, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terus berupaya untuk dapat mendorong pertumbuhan pasar sepeda motor nasional seraya terus memperbesar jangkauan pasar luar negeri, baik Asia Pasifik maupun Eropa.

Menurut Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata di Jakarta, Jumat (15/10/16), hingga semester kedua tahun 2016 pasar sepeda motor di Tanah Air masih cenderung turun. Untuk itu, lanjutnya, AISI mendorong penyelenggaraan pameran  Indonesia Motorcycle Show (IMOS) untuk menaikan kembali pasar sepeda motor.

“AISI masih optimistis akan pulihnya pasar sepeda motor, seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Sementara untuk ekspor, lanjutnya, masih meningkat signifikan. Peningkatan volume ekspor dari tahun 2014 hingga 2016, jelasnya, meningkat hingga 500%. Berdasar data ini, imbuhnya, masih menempatkan Indonesia sebagai pemain terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India.

Lebih lanjut penjelasannya tentang IMOS 2016, yang diagendakan berlangsung di di Jakarta Convention Center (JCC), pada tanggal 2 hingga 6 November, diharapkan menjadi wadah bagi para komunitas sepeda motor untuk menjalin hubungan antar komunitas sekaligus mendorong peningkatan industri sepeda motor nasional tahun tahun mendatang.

Sebanyak  33 merek dari beberapa kategori produk bisa disaksikan di pemeran ini. Lima anggota AISI, masing-masing Honda, Kawasaki, TVS, Suzuki, dan Yamaha, akan menununjukkan produk-produk terbaik mereka di IMOS 2016.

Merek-merek spare parts antara lain Astra Otoparts, TDR, Bosch, Ferrox, merek pelumas produksi Pertamina Lubricants seperti Evalube, Idemitsu, Pertamina Lubricants serta berbagai merek apparel dan riding equipment pun bisa ditemui di ajang ini.

Dengan mengusung tema “Teknologi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, pemeran ini pun diharapkan menjadi ajang bagi para pelaku industri sepeda motor Indonesia untuk berkompetisi secara sehat, membangun citra sebagai industri yang mengutamakan konsumen dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Teknologi untuk sepeda motor masih terus berkembang dan senantiasa berusaha untuk menghasilkan produk-produk sepeda motor yang lebih canggih namun hemat bahan bakar dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Tanggapan Gunadi tentang pengembangan sepeda motor elektrik, dia tak menampik mulai ada permintaan di tengah masyarakat, dan pemerintah pun mulai mendorong agar teknologi ini terus dikembangkan.

Hal tersebut, lanjutnya, tak lepas dari kesadaran di tengah masyarakat terhadap persoalan lingkungan. Terkait dengan isu lingkungan, masyarakat pun mulai kreatif mengembangkan penggunaan bahan bakar gas dan bahan bakar air.

Di kalangan industri sepeda motor, lanjutnya, bukan tidak mungkin membuat kendaraan dengan energi terbarukan dan ramah lingkungan. Yang terpenting, menurut Gunadi, pemerintah juga sejalan. “Harus ada kebijakan yang jelas dari pemerintah,” tandasnya.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here