Akankah Jokowi Ke Istana ?

Jia Xiang – Group Diskusi Plato dan Forum Akademisi IT, belum lama ini mengumumkan hasil survei elektabilitas partai politik yang mengusung Gubernr DKI Jakarta, Joko Widodo atau populer dengan panggilan Jokowi,  sebagai calon presiden. Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi di Indonesia tanggal 1-20 Agustus 2013.

Survei yang melibatkan 2000 responden (1000 pria dan 1000 wanita) membuahkan hasil  yaitu suara  untuk Jokowi meraih 41 persen.  Fakta itu  mencerminkan kalau responden merindukan pemimpin yang mampu melayani dan memperhatikan masyarakat.  Jokowi lah yang  dianggap mampu memenuhi harapan masyarakat, ungkap Hotland Sitorus,  Ketua Forum Akademisi IT,   kepada Jia Xiang Hometown di sela-sela kegiatan seminar Membaca Kehendak  Rakyat, Selasa (27/9/13) di Jakarta.

Menurut survei itu, jika Jokowi tidak diusung sebagai calon presiden (Capres) oleh PDI-P,   jumlah Golongan Putih (Golput)  bisa mencapai 25 persen  –  50 persen. “Jika Jokowi dicalonkan sebagai Capres, maka jumlah Golput  berkurang sampai 9 persen.   Hal tersebut,  karena Jokowi punya magnet yang kuat,” ungkap Hotland.

Sedangkan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama menilai elektabilitas itu secara politik, memperlihatkan bahwa rakyat mayoritas Indonesia percaya kepada sama pemimpin yang jujur dan kerja keras.

Bahkan, katanya, Partai Gerindra tidak menyuruhnya untuk mendorong Jokowi maju menjadi capres, tapi justru mensukseskannya menjadi gubernur DKI.

Yang pasti menurut, Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Sebastian Salang, fenomena dukungan dan perhatian yang sangat besar terhadap Jokowi,harus diikuti keikhlasan para senior PDI-P untuk mencalonkan Jokowi sebagai capres.
“Saat mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta,  Jokowi didukung penuh oleh Ketua Umum PDI-P Megawati dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.   Persoalannya sekarang,  apakah Jokowi akan melawan mereka-mereka yang sudah mendukungnya? “ jelasnya.

Kenyataannya, walaupun elektabilitas Jokowi meningkat, tetapi PDI-P pun sampai kini belum menjatuhkan pilihannya pada orang nomor satu di DKI Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rekernas) PDI-P tanggal 6-8 September 2013 lalu  yang memutuskan hal itu.

“Rakernas lalu, ibu ketum tidak secara eksplisit memberitahu siapa yang diusung, tapi beliau memberikan pengarahan agar kita sebagai wakil rakyat lebih membaur karena masyarakat saat ini, membutuhkan perhatian yang lebih. Beliau juga memberikan kesempatan para politisi muda untuk  lebih berkiprah di dunia politik,” ungkap Indah Kirana anggota DPR-RI dari PDI-P kepada Jia Xiang Hometown,  Jumat  (20/9/13) di Jakarta.

Sementara Hendrawan Supratikno, yang juga politisi PDI-P mengatakan rakernas lalu hanya menampung aspirasi daerah. “Memang sejumlah daerah menyebut nama Jokowi, tetapi sifatnya asukan untuk Ibu Mega. Tidak ada yg mendesak-desak, karena aturan dan wewenang ada di ketua umum PDI-P,” tuturnya.

Hal ini diamini oleh Indah Kirana. Katanya, menunjuk atau mengusung presiden merupakan kewenangan ketua umum PDI-P.  “Kita hormati saja sambil menunggu Ibu Megawati memikirkan secara masak-masak siapa yang diusung  PDI-P pada 2014,”  ungkap wanita kelahiran Surabaya, 11 Agustus 1962.

Di tengah penjelasannya itu, dia menolak anggapan bahwa PDI-P memanfaatkan isu pencapresan Jokowi, untuk menaikkan elektabilitas partainya. Isu itu bukan PDI-P  yang buat, tetapi ramai di media dan masyarakat.  Tetapi, ujar wanita yang duduk di Komisi XI itu, jika ada kader-kader PDI-P yang dianggap bagus dan diterima masyarakat, maka wajar jika  mempengaruhi elektabilitas PDI-P.
Di sisi lain, Hendrawan enggan berandai-andai soal pencapresan Jokowi, sebab imajinasi itu bisa melebar ke mana-mana. Politik jika ada  “andaikata” mudah disalahpahami dan menimbulkan salah tafsir, katanya.

Lalu seberapa optimistis suara PDI-P pada 2014?  Menurut Hendrawan target PDI-P saat rakernas lalu  untuk pemilihan legislatif 27,02 persen, untuk bisa mengusung capres.  Minimal PDIP harus memperoleh 20 persen kursi DPR-RI atau minimal 112 kursi. “Sekarang ini kursi kami baru 94. Kami hrs kerja keras, solid dan disiplin untuk memenuhi target kami,” jelasnya. [JX/Yuv/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here