Akibat Kemiskinan, Diperkirakan 70 Balita Bisa Mati Hingga 2030

(Foto: JX/Uwezo.net)

WASHINGTON, JIA XIANG – Dua dari tiga anak di Afrika Sub-Sahara hidup dalam kemiskinan dan sebagian besar hanya bersekolah kurang dari empat tahun. Karena itu, diperkirakan bahwa hampir 70 juta anak balita bisa mati sampai tahun 2030, jika pemerintah dan mitra-mitra mereka tidak meningkatkan upaya memenuhi tujuan pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa, Badan Anak-Anak Sedunia (UNICEF) memperingatkan.
Dalam laporan tahunan Anak-anak Sedunia yang dikeluarkan Selasa (28/6/16), UNICEF mendesak pemerintah, donor dan LSM untuk memusatkan perhatian pada anak-anak yang paling rentan dan menutup kesenjangan, supaya semua anak muda punya kesempatan yang lebih baik untuk masa depan yang cerah.
“Ini ketidakadilan besar dan membahayakan masa depan anak-anak,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake dalam laporannya.
Migrasi dan krisis pengungsi yang mempengaruhi Eropa adalah salah satu contoh ketidaksetaraan yang memicu ketidakstabilan global, kata Justin Forsyth, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF.
“Kombinasi dari tata pemerintahan yang buruk, konflik, dan juga ketimpangan dan ketidakadilan memicu ketidakstabilan yang memicu gelombang migran dari Afrika Utara, katanya sambil menambahkan, situasi itu dapat diperbaiki dengan investasi kecil dalam kesehatan dan pendidikan.
Menurut Forsyth, semua pihak bisa menyelamatkan hingga 147 juta anak dari kematian dalam usia balita, hanya dengan peningkatan 2 persen dalam dana pengeluaran di 74 negara. Itu berarti sekitar 30 miliar dollar AS per tahun. Karena itu, UNICEF mendesak negara-negara untuk mengembangkan rencana nasionalnya, sehingga mereka dapat memenuhi target ambisius yang mereka setujui dalam agenda pembangunan yang berkelanjutan menjelang tahun 2030. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here