Aksi Teror yang Mengancam

Oleh: Iman Sjahputra

Sebuah babak baru dalam proses pemberantasan korupsi mulai berlangsung. Babak baru ini semakin membuka mata kita semua bahwa memang yang namanya pemberantasan korupsi harus dilakukan setuntas-tuntasnya, secermat-cermatnya, dan kalau perlu sampai ke akar-akarnya.

Serangan secara langsung terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi,  Novel Baswedan dengan air keras oleh dua pelaku, memberi sinyal kepada kita. Bahwa dalam proses pemberantasan korupsi ini, ternyata yang dihadapi bukan semata pribadi-pribadi atau kelompok tertentu, tetapi sudah melibatkan “orang-orang” tertentu menjalani aksi teror, tujuannya tidak lain menakut-nakuti, menganggu, dan  mengacaukan jalannya sebuah proses penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan lembaga itu.

Tanpa berspekulasi atau menduga-duga apakah aksi teror ini terkait dengan kasus yang tengah ditangani penyidik KPK, yang pasti ini adalah sebuah tindakan yang perlu direspons oleh pihak kepolisian secara serius.

Bagi KPK kasus teror ini dianggap sangat serius, apalagi ini serangan terhadap penyidik senior. Karena itu, serangan teror ini tidak boleh terulang. Artinya para penegak hukum apakah pihak kepolisian maupun KPK perlu menerapkan pengamanan, bukan hanya pada penyidik atau pimpinan KPK, tetapi seluruh aparat di lembaga tersebut.

Dengan aksi teror terhadap penyidik senior ini, jelas memperlihatkan adanya upaya melemahkan kerja lembaga ini.  Apalagi hingga kini motif serangan itu, belum diketahui sama sekali, bahkan pelakunya juga belum diketahui. Aksi teror itu, dilakukan secara langsung dan terbuka.  Artinya,  ini memberi sinyal upaya pembangkangan dan perlawanan terhadap pemberantasan korupsi.

Langkah perlawanan  terhadap pemberantasan korupsi, belakangan ini sudah sering kita dengar, bukan saja dari pihak yang terancam, tetapi juga dari para wakil rakyat yang sering mengeluarkan pendapat bernuansa menentang langkah kerja lembaga anti korupsi itu.

Untuk itu diperlukan sikap tegas dalam menuntaskan tindakan teror ini. Tidak heran bila Presiden Joko Widodo pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut pelakunya.  Dengan kata lain, ucapan Presiden ini bisa dilihat sebagai langkah bahwa pertama, pemerintah tidak akan main-main dengan aksi seperti ini.

Kedua, pemerintah ingin proses pemberantasan korupsi ini tidak dirongrong oleh perbuatan yang hanya sekadar mengganggu upaya penegakkan hukum.

Kita hanya bisa berharap bahwa kasus teror ini segera terungkap. Tanpa menduga-duga serangan ini terkait dengan perkara yang tengah disidik oleh Novel, yang pasti kita tunggu saja hasil penyelidikan pihak  kepolisian.

Kalau betul serangan teror ini terkait perkara yang tengah ditangani KPK, maka ini adalah bentuk aksi terbaru dan perlawanan yang makin terbuka, serta berani. Bukan tidak mungkin aksi seperti ini bisa juga terjadi dengan hal-hal lain yang sedang ditangani KPK. Sangat disayangkan sekali bila serangan itu terkait perkara yang ditangani KPK, sebab apa pun aksi yang dilakukan di luar jalur tersebut, pasti akan terungkap.

Dan yang sangat memalukan dan memilukan, bila aksi teror itu terkuak, dan benar terkait perkara yang tengah ditangani KPK. Dengan sendirinya akan diketahui selain pelaku, juga aktor dibalik para penyerang itu.

Namun sekali lagi itu baru sebatas dugaan. Sebab polisi masih mengusutnya. Kita serahkan saja semua ini ke tangan kepolisian, sebab merekalah yang piawai mengungkap kejahatan ini. Dan KPK terus berjuang menegakkan kebenaran, dan berantas tuntas korupsi dari negeri kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here