Alasan Ahok Pecat Ketua RW di Kebon Melati

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menginstruksikan kepada Wali Kota dan Lurah terkait RT dan RW yang tidak dapat bekerja sesuai dengan kriteria Pemprov DKI. Berita ini dikabarkan terkait pemberitaan Ketua RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mengaku dipecat oleh Lurah karena tidak mengikuti perintah menindaklanjuti laporan di aplikasi QLUE.

“Saya instruksikan, seluruh Wali Kota kepada seluruh Lurah kalau RT/RW nya tidak mau jadi pemerhati, tidak ada waktu untuk mengurus warga untuk mundur,” kata Ahok, sapaan karib Basuki, usai menghadiri acara Teman Ahok Fair di Gudang Sarinah, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (29/5/16).

Menurut dia, jika memang RT atau RW tidak bisa bekerja sesuai kriteria yang ditetapkan, akan lebih baik untuk mundur dari jabatan tersebut. Kalau tidak memilih mundur, pihaknya akan melakukan pemecatan karena ketidaksesuaian itu.

“Kalau tidak mau mundur, kami pecat. Karena tugas kamu itu sekarang bukan penguasa lagi seperti kasih surat keterangan loh,” lanjut Ahok.

Ia membahas perilaku oknum Ketua RW yang melakukan pungutan liar setiap kali membantu warga.

“Ada oknum RW, kalau mau minta izin usaha, dimintain sejuta untuk rekomendasi. Ada yang seperti itu. Minta KTP mintain duit. Mau jual beli tanah juga,” paparnya.

Ditegaskan olehnya, terkait pemecatan Ketua RW 12 Agus Iskandar oleh Lurah Kebon Melati, Winetri, bukan hanya persoalan laporan di QLUE.

“Oh bukan dong. Kalau kamu tidak mau jadi pemerhati. Lalu buat apa kamu terima uang? Berarti kamu tidak cocok jadi RT RW yang sesuai dengan kriteria kami,” ungkap Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here