All England, Kevin/Marcus Siap Berikan yang Terbaik di Semifinal

Kevin-Marcus (Foto: JX/BBC)

BIRMINGHAM, JIA XIANG – Kevin Sanjaya Sukamuljo berjanji akan mengeluarkan seluruh kemampuan dan memberikan penampilan terbaiknya  saat terjun di babak semifinal ganda putra All England  2017.

Berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, Kevin sukses menyingkirkan unggulan keempat asal Cina, Chai Biao/Hong Wei, dua set langsung 21-16  dan 21-18,  di babak perempat final di Birmingham, Inggris, Jumat (10/3/17) atau Sabtu (11/3/17) dini hari WIB.

“Tentu saya senang sekali (bisa maju ke semifinal), saya sudah melakukan persiapan selama beberapa  bulan, sejauh awal tahun. Fokus saya memang All England ini,” kata Kevin kepada BBC Indonesia. “Saya akan memberikan yang terbaik … akan saya keluarkan semuanya. Semua pemain ingin juara di sini, tapi saya belum mau berpikir terlalu jauh. Yang pasti, saya ingin memberikan  200%  kemampuan saya di lapangan.”

Menghadapi Chai/Hong, Kevin/Marcus langsung tampil agresif dengan smash-smash keras. Strategi ini membuatkan hasil dengan menang relatif mudah di set pertama. Di set kedua, Chai/Hong ganti menekan. Kevin/Marcus juga beberapa kali memberikan bola tanggung yang membuat lawan meraih poin secara efektif.

Tapi Kevin/Marcus tak gampang menyerah dan terus meladeni permainan lawan. Hasilnya, pasangan nomor lima dunia bisa unggul dan mengunci Chai/Hong di poin 18.

“Kami memang lebih siap, lebih tenang dan lebih fokus. Saya akui, saya terlambat (masuk ke performa terbaik) di set kedua. Tapi saya tak mau menyerah, coba terus. Prinsipnya, selama pertandingan belum usai, selalu akan ada kesempatan,” kata Marcus.

Di semifinal, Sabtu (11/3/17)  siang atau Sabtu malam WIB, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan unggulan kedelapan dari Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, yang menyingkirkan Lu Kai/Zheng Siwei, 21-19,  9-21, dan 21-18.

Kevin/Marcus menjadi satu-satunya harapan tim Indonesia untuk pulang membawa gelar juara menyusul kekalahan pasangan ganda campuran senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang dipaksa  menyerah oleh tuan rumah, Chris Adcock/Gabrielle Adcock 21-16,  19-21, dan 12-21.

Tontowi mengatakan kekalahan ini tak lepas dari penampilan buruk di set kedua.  “Sayang memang, di set kedua tadi sudah unggul 19-17, tapi lawan bisa keluar dari tekanan dan saya malah banyak memberikan poin ke mereka,” kata Tontowi.

Di set penentuan, Tontowi mengaku sulit menemukan ritme permainan sementara lawan makin percaya diri.  “Mestinya tadi harus straight. Di set kedua sudah unggul, tapi lawan tampil lebih baik. Di set ketiga kami tak bisa keluar dari tekanan,” kata Liliyana.

Duo Adcock tak bisa memberikan kegembiraan mengalahkan Tontowi/Liliyana.  “Kami tadinya sudah pesimistis dengan kekalahan di set pertama. Tapi kami bisa mengubah keadaan dan dukungan penuh dari penonton sangat membantu kami,” kata Chris Adcock. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here