An Na Peng Bebas dari Ancaman Deportasi

Jia Xiang – Presiden Barack Amerika Serikat Obama memberikan grasi pertamanya di masa jabatan yang kedua untuk 17  pelaku kriminal yang kini menjalani hukuman antara lain denda, hukuman percobaan dan tahanan rumah. Salah satu grasi itu  diberikan untuk An Na Peng, perempuan asal Cina yang semula terancam dideportasi dari Amerika Serikat.

An Na Peng datang ke Amerika Serikat (AS) secara legal pada tahun 1991 dan Kemudian  bekerja sebagai karyawan pada badan Pelayanan Imigrasi dan Naturalisasi. Pada tahun 1996, Peng terbukti melakukan kejahatan federal dengan membocorkan jawaban untuk para pendatang yang ingin lolos tes naturalisasi. Karena menghadapi ancaman deportasi, Peng juga terancam berpisah dengan suami dan dua anaknya yang lahir di AS.

Sebetulnya saat itu Peng bisa saja mengajukan surat penangguhan hukuman dengan syarat harus menetap di Amerika Serikat selama 7 tahun berturut-turut untuk menghindari deportasi.  Sayangnya Peng tidak menetap di sana selama 7 tahun berturut-turut.  Akhirnya Jumat (2/3) Presiden Barack Obama membebaskan Peng dari segala hukuman.

Jika dibandingkan dengan presiden AS  sebelumnya, Barack Obama terkenal “pelit” memberikan grasi untuk pelaku kriminal. Semasa empat tahun pertamanya sebagai presiden, Obama hanya memberikan 22 grasi. George W Bush terhitung lebih “murah hati” dengan memberikan 189 grasi dan Bill Clinton mengeluarkan 396 dalam dua kali masa jabatan mereka. Sedangkan Jimmy Carter yang menjabat  sebagai presiden AS  tahun 1977 – 1981 memberikan 534 grasi. [V1/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here