Anak Dieksploitasi Jadi Pengemis Bikin Ahok Prihatin

Wanita menggendong bayi saat menjadi pengemis.(Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan razia kasus sosial yang ada di Ibukota. Tetapi semakin banyak yang ditertibkan, banyak anak-anak yang terjaring razia.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama merasa banyak orangtua yang memanfaatkan anaknya untuk mencari nafkah sebagai pengemis. Dia juga memberikan contoh Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang sering disalahgunakan oleh orangtua.

“Razia terus dari Dinas Sosial, kadang dimanfaatin orangtua. KJP aja, ada yang dimanfaatkan orangtua, diambil kontan. Anaknya tetap tidak pakai sepatu,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota Jakarta, Senin (28/3/16).

Peraturan ‘3 in 1’ di Ibukota juga diakui, memicu eksploitasi anak. “Saya lagi pertimbangkan, mengkaji three in one, mau dihapuskan atau tidak,” pungkas dia.

Ia berandai, mungkin sektor pendidikan agama harus ditambah lagi di Jakarta. “Mungkin nanti akan bangun panti yang banyak atau pesantren,” ujar Ahok.

Terkait eksploitasi anak, Kepala Dinas Sosial Masrokhan mengakui pihaknya telah menangkap banyak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di bawah umur. “Pengemis membawa bayi, memang kadang muncul di lokasi tertentu,” jelasnya melalui pesan singkat, Minggu (27/3/16).[JX/Cka/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here