Masyarakat Antusias Dipenghujung Program Tax Amnesty Tahap I

JAKARTA, JIA XIANG – 30 September 2016 merupakan hari terakir pelaksanaan program pengampunan pajak (tax amnsti) tahap pertama. Pada tahap ini, besaran dana tebusan yang wajib dibayarkan oleh wajib pajak merupakan yang terkecil, yakni sebesar 2%. Momentum tersebut membuat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) membludak oleh Wajib Pajak yang ingin melaporkan harta kekayaannya.

Sebagaimana pengamatan Jia Xiang Hometown menjelang berakhirnya program tax amnesty tahap I, sejumlah KPP dibanjiri masyarakat yang hendak melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Di KPP Pratama Jakarta Menteng Dua, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/16), ratusan peserta tax amnesty mengantre menunggu giliran. Mereka mengantre dengan cara duduk di kursi, berdiri, duduk lesehan di lantai dan duduk tak beraturan di tangga kantor.

Salah satu petugas di kantor tersebut mengatakan, antrean akan dihentikan pada nomor urut 750 karena sudah membludak. Namun jika suasana mulai lengang, proses antrean akan dilanjutkan.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menetapkan status luar biasa terkait program pengampunan pajak atau tax amnesty karena antrean di kantor-kantor pajak membludak oleh wajib pajak yang ingin mengejar tarif tebusan 2 persen pada tahap pertama.

“Hari ini di kantor pajak pusat ada 2000 orang yang mendaftar ikut tax amnesty. Ini luar biasa karena sudah mau habis periode pertamanya,” ujar Ken di Gedung DPR RI, Kamis (29/9/16).

Menurut Ken, masyarakat yang mengantre itu terdiri dari individu, perusahaan, UMKM, dan para konsultan pajak. Khusus untuk para konsultan pajak, mereka mendaftarkan tax amnesty lebih dari satu berkas.

Sedangkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan mulai tanggal 29 September 2016, pihaknya menetapkan status luar biasa yang mulai berlaku pukul 12.30 WIB hingga hari Jumat 30 September 2016. Status tersebut diterapkan pada Kantor Pusat Ditjen Pajak, KPP Madya Jakarta Jalan Ridwan Rais, Kanwil DJP Jakarta Khusus Jalan Kalibata, dan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar Jalan Sudirman.

Dengan status luar biasa, berlaku prosedur penerimaan SPH sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-14/PJ/2016 tentang Tata Cara Penerimaan Surat Pernyataan Dalam Hal Terjadi Gangguan Pada Jaringan dan/atau Keadaan Luar Biasa Pada Akhir Periode Penyampaian Surat Pernyataan Harta (SPH).

Wajib pajak yang menerima SPH akan menerima tanda terima sementara (TTS), kemudian dalam waktu paling lama lima hari kerja dilakukan penelitian berkas dan akan diterbitkan tanda terima SPH. Para wajib pajak dapat mengambil tanda terima SPH secara langsung atau dikirimkan melalui pos bila dikehendaki. TTS merupakan bukti sudah menyampaikan SPH tapi belum sah.

Presiden Joko Widodo pada 1 Juli 2016 telah mengesahkan Undang-Undang (UU) tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. UU tersebut sebelumnya disahkan dalam Rapat Paripurna DPR-RI tanggal 28 Juni 2016 yang kemudian menjadi UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Penerapannya mulai berlaku tanggal 18 Juli 2016.

Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Dalam hal ini Wajib Pajak berhak mendapatkan Pengampunan Pajak yang diberikan melalui pengungkapan Harta yang dimilikinya dalam Surat Pernyataan. Tetapi ketentuann UU itu dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud untuk Wajib Pajak yang sedang:
a). dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.
b). dalam proses peradilan.
c). menjalani hukuman pidana, atas Tindak Pidana di Bidang Perpajakan.

Batas akhir program tax amnesty periode I adalah tanggal 30 September 2016. Kemudian program tax amnesty akan memasuk periode II yang berakhir 31 Desember 2016 dan periode III dengan batas akhir tanggal 31 Maret 2017.

Pada periode I besaran uang tebusan sebesar 2%, kemudian periode II sebesar 3%, dan periode III sebesar 5%.[JX/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here