Apa Mungkin Manchester United Menjuarai Liga Primer?

Zlatan Ibrahimovic (Foto: JX/Ist)

LONDON, JIA XIANG – Jose Mourinho didatangkan ke Old Trafford dengan sebuah tujuan yaitu Manchester United bisa lagi menjuarai Liga Primer, mengulangi era gemilang di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Namun peluang  juara di Liga Primer musim ini sudah tertutup dan harapan para pendukung ditumpukan ke pundak Mourinho mulai musim depan.

Apa yang mestinya dilakukan manajer asal Portugal tersebut untuk membawa United ke jalur juara? Menurut   Phil McNulty dalam tulisan berjudul What Man City & Man Und need to win Premier League title? yang dimuat di BBC Sport, menjelaskan ada empat hal yang perlu dilakukan United:

  1. Mempertahankan De Gea

Di usia 26 tahun, penjaga gawang David de Gea sudah masuk jajaran kiper elite dunia. Ia tampil konsisten dan sudah  “hafal di luar kepala”  model kompetisi di Liga Primer sejak meninggalkan Atletico Madrid pada Juni 2011 dengan nilai jual £18,9 juta.

Namun rumor kepindahan ke negara asalnya itu  tak kunjung berhenti dan peluang tersebut sangat terbuka lebar.  Jika memang De Gea hengkang, maka United harus mencari kiper pengganti kelas dunia.

Yang bisa dibeli United di antaranya adalah kiper muda Atletico dan anggota tim nasional Slovenia, Jan Oblak. Alternatif lain adalah kiper Inter Milan berusia 32 tahun yang juga berasal dari Slovenia, Samir Handanovic.

Jika kedua kiper itu tak bisa direkrut, Mourinho bisa mempertimbangkan kiper AC Milan berusia 18 tahun, Gianluigi Donnarumma, yang mendapat predikat salah satu kiper muda terbaik di dunia saat ini.

  1. Jangan puas hasil imbang

Salah satu statistik mencolok musim ini adalah United mencatat 13 hasil imbang dari 33 pertandingan, yang jelas tak cukup untuk bisa menjuarai Liga Primer.

Rekor United yang tak terkalahkan dalam 24 pertandingan liga sejak Oktober tahun lalu mestinya bisa menjadi modal untuk menempel Chelsea dan Tottenham yang mantap berada di dua posisi teratas klasememen.

Sayangnya, minimnya kemenangan membuat tim Mourinho untuk sementara ini harus puas duduk di bawah posisi empat -yang menjamin lolos ke Piala Champions.

Dari berbagai kegagalan memetik kemenangan, sembilan di antaranya didapat di kandang sendiri di Old Trafford,  saat melawan tim seperti Stoke City, Burnley, West Ham United, Hull City, Bournemouth, dan West Bromwich Albion.

Mestinya Mourinho mendapatkan tiga poin bersih saat melawan mereka. Jadi mau tidak mau, “penyakit hasil imbang”  ini harus segera disembuhkan.

  1. Perlu pemain bintang di barisan depan

Zlatan Ibrahimovic, pada usia 35 tahun, sudah membuktikan diri sebagai pemain karismatik dan menyarangkan 28 gol bagi United sejak pindah dari Paris St-Germain. Sayangnya, dia cedera lutut serius saat melawan Anderlecht di perempat final Liga Eropa, yang membuat masa depannya menjadi tidak menentu.

Bagaimana dengan Wayne Rooney?  Mantan pemain Everton ini pernah jadi  “tukang gedor” dengan rekor gol 251. Tapi, di usia 31 tahun dan dengan makin sering duduk di bangku cadangan, tak berlebihan jika dikatakan masa keemasannya di Old Trafford sudah berakhir.

Mourinho masih memiliki Marcus Rashford, Antony Martial, dan Henrikh Mkhitaryan. Namun Mourinho  masih memerlukan penyerang yang tak hanya punya nama besar,  tapi juga bisa membalikkan keadaan. Dia butuh satu pemain depan yang kehadirannya langsung membuat ciut nyali barisan belakang lawan.

Dari beberapa pemain yang masuk kategori ini, yang berpotensi bisa dibeli adalah pemain Atletico berusia 26 tahun, Antoine Griezmann. Harganya tidak akan murah, di kisaran £89 juta atau sekitar Rp1,5 triliun, dan belum tentu juga dia bersedia pindah, mengingat United belum tentu berlaga di Liga Champions musim depan.

  1. Buka ruang kreativitas bagi pemain

Apakah banyaknya hasil seri yang dicatat United karena Mourinho membatasi pemain?  Mantan pemain depan timnas Inggris yang kini menjadi komentator sepak bola BBC, Chris Waddle, melempar analisis tersebut. Dia meminta United untuk lebih liar dan lebih sering menerapkan strategi menyerang.

“Dia harus menempatkan lebih banyak pemain yang bisa membuka pertahanan lawan,  yang pada gilirannya meningkatkan peluang mencetak gol,” kata Waddle. Kreativitas adalah salah satu kunci meraih kemenangan, katanya.

“Tak masalah berkonsentrasi ke pertahanan ketika melawan tim-tim kuat, tapi melawan tim-tim papan tengah dan bawah, para pemain harus diberi kebebasan untuk menekan lawan,” kata Waddle. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here