Apple dan Samsung Terancam Huawei dan ZTE di Pasar Eropa

(Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Merek-merek dagang Cina kini mengancam keberadaan industri raksasa seperti Apple dan Samsung. Produk dagang asal Cina ini akan menjadi ancaman bagi pangsa pasar Eropa dari dua raksasa telepon pintar.

Terhambat oleh lesunya di dalam negeri, maka semakin banyak produsen telepon pintar atau smartphone Cina yang mengalihkan perhatian mereka ke rumput yang lebih hijau di benua lain yaitu Eropa.

Setelah dikenal di luar Cina, merek seperti Huawei dan ZTE baru-baru ini mengukir pangsa pasar yang berkembang di Eropa. Di masa lalu, Huawei dan ZTE hanya berbisnis handset di Eropa termasuk memproduksi alat berlabel putih untuk telepon pintar merek dari Eropa.

Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka mampu mendorong lebih signifikan di Eropa, akhirnya mampu memompa pemasukan uang dalam jumlah besar, sehingga mampu mensponsori beberapa bintang sepak bola terkenal di dunia.

Huawei, misalnya, meluncurkan smartphone pertamanya, Ascend P6, di London pada Juni 2013. Pada saat yang sama, Wall Street Journal digambarkan Huawei sebagai perusahaan yang “lebih dikenal untuk peralatan jaringan, … bukan merek konsumen utama.”

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Huawei erus naik peringkat, menyalip merek-merek seperti Sony, LG dan Microsoft, sehingga menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia di belakang Samsung dan Apple. Awal tahun ini, Huawei menandatangani kontrak dengan bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi, sebagai brand ambassador , dengan nilai 6 juta dollar AS.

Bahkan Huawei menguasai 20 persen pangsa pasar di negara-negara seperti Spanyol, Italia, Polandia dan Finlandia, menurut data dari perusahaan riset GFK. Di Spanyol, ternyata Huawei telah melampaui Apple, dan kini menempati posisi no 2.

Menurut CEO Huawei, Richard Yu, di Berlin pekan lalu bahwa perusahaannya kemungkinan akan menyalip Apple dan “menjadi nomor dua di dunia …di 2018”. Lima tahun dari sekarang, Yu menambahkan, Huawei akan mengambil posisi teratas dengan menggeser Samsung.

“Saya berpikir dari sisi teknologi, kita lebih baik daripada [Samsung] … kami unggul,” kata Yu, menunjukkan bahwa Huawei memasukkan teknologi dual-kamera ke handset P9 andalannya. “Dengan berjalannya waktu, Anda akan melihat sendiri teknologi terbaru akan muncul pertama dari Huawei, bukan dari Samsung, bukan juga dari Apple.”

Sementara itu mereka lain dari Cina, ZTE, juga telah meningkatkan pemasarannya dengan menggencarkan media luar ruangan dan sosial untuk langsung menarik target pasar yang sasarannya adalah para pengguna muda yang lebih berpihak kepada desain.

(Foto: JX/Ist)
Smartphone ZTE (Foto: JX/Ist)

Harga smartphone ZTE antara 200 euro dan 300 euro, kata perusahaan itu. Tidak heran bila mereka semakin kuat di segmen kelas menengah sejak terjun di pasar seperti Spanyol dan Jerman. Konsumen lebih melihat harga yang sedikit murah, namun perangkatnya.

Ini adalah taktik yang telah membantu ZTE dan Huawei mendapatkan pijakan kuat di pasar seperti Spanyol dan Jerman. [JX/SCMP/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here