April, Rumah Sakit Swasta Dilibatkan Dalam Program 119

Jia Xiang – Bulan April Pemprov DKI Jakarta mengajak rumah sakit swasta berpartisipasi dalam program call center 119.  Ini merupakan janji Pemerintah DKI Jakarta,  terkait perbaikan sistem pelayanan kesehatan  melalui  program Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu, dengan melibatkan seluruh rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun Swasta,  yang memiliki sistem pelayanan gawat darurat.

Uji coba layanan 119 yang sebelumnya telah dilaksanakan sejak 22 Februari lalu, baru diikuti  sembilan rumah sakit, yaitu RS Cipto Mangunkusumo, RS Jantung Harapan Kita, RS Anak Bunda Harapan Kita, RS Umum Pusat  Fatmawati, RSUmum Pusat Persahabatan, RS Umum Daerah (UD) Tarakan, RSUD Koja,  RSUD Cengkareng, dan RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Sembilan rumah sakit itu secara terintegrasi melalui Call Center 119 akan melayani masyarakat  terkait persoalan kegawatdaruratan, pencarian ruang rawat inap kelas III, dan  unit alat kesehatan seperti Neonatal Intensive Care Unit (NICU-unit pelayanan gawat darurat untuk bayi),  Pediatric Intensive Care Unit (PICU-unit pelayanan gawat darurat anak-anak),  Unit Perawatan Intensif  (ICU) , dan Unit Perawatan Jantung Intensif (ICCU).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pada tangal 1 April akan mengembangkan program SPGDT tersebut dengan mengajak pihak RS swasta  untuk dapat memperbaiki sistem pelayanan kesehatan masyarakat Jakarta.

“Bulan April kita minta rumah sakit swasta untuk mau mengikuti program SPGDT ini, untuk masalah cost, nanti akan terlihat melalui proses evaluasi pada bulan Juni. Melalui evaluasi itu, akan terlihat berapa biaya-biaya dan pajak  yang harus mereka bayar, memang nanti pastinya terdapat perbedaan klaim antara RS pemerintah yang disubsidi, dengan RS swasta yang tidak disubsidi,”  kata Basuki Tjahaja Purnama, Rabu, (13/3/13) di Balai Kota.

Tujuan dari Pemerintah DKI Jakarta untuk program ini yakni agar perbaikan sistem pelayanan kesehatan masyarakat dapat segera terlaksana, “Ini kan biar engga terjadi lagi masyarakat yang sudah sakit,dan harus disuntik, tetapi takut ke dokter,” tambah wakil gubernur .

Sementara itu, Untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan masyarakat, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Fahmi Idris, mantan Ketua Umum Ikatan Dokter indonesia   dan  PT Asuransi Kesehatan  untuk memanfaatkan klinik kesehatan yang terdapat di sekitar rumah warga.

“Kita akan tunggu rekomendasi klinik yang paling baik untuk dapat dimanfaatkan sebagai pelayanan kesehatan menggunakan KJS,” kata Basuki Tjahaja Purnama. [Hen/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here