AS Desak Cina Batalkan Peraturan Baru di Udara

Washington, Jia Xiang – Amerika Serikat mendesak Beijing untuk membatalkan pengaturan penerbangan baru yang dibentuk oleh zona pertahanan udara baru yang dianggap membingungkan dan cenderung meningkatkan risiko kecelakaan.

“Posisi umum kami sebagai pemerintah AS adalah bahwa kita tidak menerima persyaratan Cina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki, Senin (2/12/13). Adapun bulan lalu Beijing mengumumkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara atau ADIZ atas Laut Cina Timur, termasuk gugusan pulau yang disengketakan dengan Jepang, yang memperingatkan semua pesawat harus mematuhi perintah Cina atau menghadapi ‘langkah darurat defensif’ yang tak ditentukan.

Tetapi Psaki mengecam pengumuman itu dibuat tanpa ‘konsultasi sebelumnya’, dan menambahkan bahwa peraturan itu tumpang tindih dengan banyak zona lain seperti yang dibentuk oleh Jepang dan Korea Selatan.

“Fakta bahwa pengumuman Cina hanya menyebabkan kebingungan dan meningkatkan risiko kecelakaan lebih lanjut yang menegaskan validitas keprihatinan kami dan perlunya Cina untuk membatalkan prosedur itu,” katanya kepada wartawan.

“Pengumuman ini tidak akan mengubah latihan militer kita,” katanya bersikeras, dan menunjuk kepada penerbangan dua pesawat pembom B 52 milik AS di zona udara pekan lalu yang tidak diberitahukan kepada pihak berwenang Cina sebagai bukti.

Federal Aviation Administration, lanjutnya, yang bertugas menetapkan pedoman penerbangan komersial di kawasan itu. Namun, dalam sebuah pernyataan pekan lalu, Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa pemerintah pada umumnya mengharapkan ‘operator AS yang beroperasi secara internasional akan beroperasi konsisten’ dengan pemberitahuan yang dikirim oleh negara-negara lain.

Wakil Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan para pemimpin Jepang, Selasa (3/12/13) setelah tiba di Tokyo pada persinggahan pertama dari tur Asia yang juga akan membawanya ke Beijing dan Seoul.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Amerika Serikat tetap ‘sangat prihatin’ mengenai zona pertahanan udara baru Cina itu. “Ini merupakan kesempatan bagi Wakil Presiden Biden untuk mengangkat keprihatinan kami secara langsung dengan para pembuat kebijakan di Beijing dan mencari kejelasan mengenai niat Cina dalam membuat langkah-langkah itu pada saat ini,” kata Carney.

Ia menjelaskan bahwa Biden akan menekankan betapa pentingnya untuk menghindari tindakan yang meningkatkan ketegangan dan mencegah kesalahan perhitungan yang dapat merusak perdamaian, keamanan dan kemakmuran di kawasan ini. [Ant/B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here