AS Prihatin atas Tindakan Tiongkok di LCS

Pulau Sansha

WASHINGTON, JIA XIANG – Menhan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, merasa prihatin atas tindakan Tiongkok di perairan Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan.Menhan AS dalam pidato pada Keamanan Asia di New York, Jumat (8/4/16) waktu setempat, menambahkan, negara-negara di kawasan Asia Pasifik juga prihatin dengan tindakan militer Tiongkok, yang katanya “menyolok, baik dari segi ukuran maupun lingkupnya.”
Kekhawatiran negara-negara itu, ungkap Carter, dijelaskan ke AS baik secara publik maupun secara privat, dan pada tingkat tertinggi. Meskipun AS punya ketidaksepakatan dengan Tiongkok, Washington berkomitmen untuk menyelesaikannya lewat cara-cara yang tidak menyebabkan goncangan di kawasan.
Juga dalam pidatonya di hadapan Council on Foreign Relations, sebuah lembaga pengkajian di New York, Carter mengatakan, sebuah rencana yang diusulkan untuk menempatkan sistem pertahanan misil AS di Korea Selatan tetap akan dilaksanakan. Sementara Tiongkok berkeberatan dengan rencana AS ini.
Meskipun Tiongkok berkeberatan, ujarnya, sistem pertahanan itu merupakan “hal yang perlu” guna melindungi pasukan AS dan sekutunya. “Hal ini tidak ada hubungan apa-apa dengan Tiongkok”.
Di sisi lain, Korea Selatan memutuskan untuk membahas sistem pertahanan yang direncanakan AS, yang juga dikenal sebagai Thaad. Langkah itu dilakukan Korea Selatan setelah Korea Utara mengklaim berhasil meluncurkan satelit di antariksa secara sukses.
Carter menilai bahwa kawasan Asia Pasifik adalah “wilayah tunggal paling penting bagi masa depan AS.” Karena itu, dia mendesak Kongres untuk meloloskan pakta perdagangan TPP. Pakta ini, ujarnya, akan mengikat AS secara lebih erat dengan Asia, dan akan membuka kesempatan ekonomi bagi semua negara yang terlibat.[JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here