AS Serukan Semua Pihak Cari Solusi Diplomatik

Presiden TIongkok Xi Jinping (kanan) dan Menlu AS, John Kerry (tengah), serta Menkeu AS Jacob Lew. (Foto: JX/AP)

BEIJING, JIA XIANG – Di tengah hubungan politik yang “turun-naik” antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, mereka justru kini menggelar pertemuan tahunan yang ke-8. Dialog Strategis dan Ekonomi Amerika-Tiongkok, begitu nama pertemuan itu berlangsung hari Senin (6/6/16) di Beijing.Dalam kesempatan itu banyak hal dibahas, tetapi salah satu yang menonjol ialah soal Laut China Selatan (LCS). Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry Senin (6/6/16) dalam pembukaan pertemuan itu menyerukan kepada Tiongkok, dan negara-negara tetangganya di Asia-Pasifik untuk “mencari solusi diplomatik” atas sengketa wilayah di LCS.
“Kita sedang mengupayakan resolusi damai untuk menyelesaikan perselisihan di LCS. Kita bukan pihak yang menuntut. Kita tidak berpihak pada siapa pun,” ungkap Kerry sambil menambahkan, satu-satunya sikap AS adalah, jangan selesaikan masalah ini dengan tindakan unilateral.
“Mari selesaikan lewat aturan hukum, lewat diplomasi, lewat perundingan dan kami menyerukan kepada seluruh negara untuk menemukan solusi diplomatik yang mengakar pada aturan hukum dan standar internasional,” tegas Kerry.
Pernyataan Kerry ini merujuk pada meningkatnya kegelisahan di kawasan tersebut terhadap sikap agresif Tiongkok yang membangun instalasi-instalasi militer di kepulauan dan terumbu karang yang tidak bertuan di LCS, yang sebagian juga diklaim oleh Taiwan, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam dan Indonesia.
Jalur ini merupakan bagian dari lalu lintas perdagangan dunia yang bernilai lima triliun dolar setiap tahun. Kawasan ini juga diyakini mempunyai cadangan gas dan minyak yang cukup besar.
Tiongkok, yang marah terhadap pesawat-pesawat terbang pengintai AS di atas wilayah udara kawasan itu, sedang mempertimbangkan untuk membentuk “Zona Identifikasi Pertahanan Udara” di atas sebagian LCS, yang akan mengharuskan seluruh pesawat yang ingin melintasi kawasan itu untuk mendaftar pada pihak berwenang Tiongkok.
Kerry juga menggunakan pidato pembukaannya dalam dialog di Beijing itu untuk menyorot “terobosan-terobosan baru dalam kerjasama” dalam sejumlah isu, antara lain: perubahan iklim, darurat kesehatan global dan meredam proliferasi nuklir, termasuk pengetatan sanksi-sanksi terhadap Korea Utara terkait program senjata nuklirnya.
Dalam pidato pembukaan dialog itu, Presiden Tiongkok,  Xi Jingping,  mengatakan merupakan hal yang penting bagi kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan mereka dengan “cara yang pragmatis dan konstruktif”. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here