Astronot Perempuan Tertua Catat Rekor Baru di Orbit

Peggy Whitson (Foto: JX/AP)

WASHINGTON, JIA XIANG – Stasiun Antariksa Internasional kedatangan tiga astronot lagi, termasuk perempuan paling tua dan paling berpengalaman yang pernah mengorbit bumi.

Kapsul Soyuz Rusia yang mengangkut kru tersebut mendarat hari Sabtu (18/11/16) di stasiun antariksa, 400 kilometer di atas bumi. Ketiga orang itu adalah astronot Amerika Serikat (AS),  Peggy Whitson, astronot Perancis Thomas Pesquet (38 Tahun) dan kosmonot Rusia Oleg Novitskiy (45 tahun), bergabung dengan tiga laki-laki yang telah berada di sana, yaitu seorang warga AS dan dua warga Rusia.

Whitson, yang akan menjadi komandan misi, telah memegang rekor sebagai astronot perempuan yang menghabiskan waktu terlama di antariksa, lebih dari 400 hari. Enam bulan mendatang, dia akan merayakan ulang tahun ke-57 dalam keadaan tanpa gravitasi, sambil terus menambah waktu rekornya di antariksa.

Astronot Tertua

Astronot NASA Peggy Whitson akan menjadi perempuan tertua yang di luar angkasa, menambah daftar panjang rekor yang dicatatnya dalam mendobrak batasan-batasan.

Whitson akan berusia 56 tahun ketika dia meluncur meninggalkan Bumi, Kamis (17/11/16). Dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke-57, bulan Februari di Stasiun Antariksa Internasional. Usianya masih jauh lebih muda dari penerbangan ke antariksa yang dilakukan John Glenn pada usia 77 tahun dan beberapa tahun lebih muda dari para laki-laki yang menjadi runner-up.

Namun Peggy mengalahkan rekor Barbara Morgan sebagai perempuan tertua di dunia yang pergi ke antariksa. Morgan menunggu begitu lama untuk memenuhi perannya sebagai cadangan guru di antariksa bagi Christa McAuliffe, sehingga baru pada usia 55 tahun dia akhirnya terbang tahun 2007.

Hal ini akan menjadi misi stasiun antariksa ketiga untuk Peggy, ahli biokimia kelahiran Iowa, dan perjalanan kedua sebagai komandan. Dia meluncur dari Kazakhstan dengan dua astronot pria yang lebih muda, dari Rusia dan Perancis.

“Saya cinta bekerja di NASA, namun bagian yang paling memuaskan adalah bekerja di stasiun antariksa,” ujar Whitson kepada para wartawan musim panas lalu.  “Tidak masalah jika saya membersihkan saringan. Saya merasa dapat membantu mendorong eksplorasi… Itulah sebabnya saya ingin pergi lagi.”

Peggy adalah  perempuan pertama yang bertindak sebagai komandan stasiun antariksa pada 2007. Dia juga merupakan perempuan pertama, dan sejauh ini satu-satunya perempuan, yang mengepalai korps astronot NASA yang didominasi laki-laki. Tidak ada perempuan lain yang telah menghabiskan lebih banyak waktu di antariksa. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here