Atasi Banjir dengan Polder System

Jakarta, Jia Xiang  – Provinsi DKI Jakarta disarankan membangun dan mengembangkan “Polder System” dalam mengatasi banjir. Sekalipun cukup mahal namun manfaatnnya sangat besar dalam mengatasi banjir.

“Pada jangka panjang, upaya mengatasi banjir di DKI Jakarta harus dilakukan dengan membangun polder system, yaitu cara pengaturan air yang dilakukan sedemikian rupa sehingga lahan lahan budidaya akan dikelilingi oleh tanggul raksasa. Tanggul-tanggul itu dilengkapi dengan pintu-pintu air yang dikendalikan sesuai kebutuhan,” ujar Pengamat Perencanaan Pembangunan Nasional, Syahrial Loetan, di Jakarta, Senin (17/2/14) seperti dikutip Antara.

Sungai, saluran air, waduk, situ, dan reservoir yang sudah ada perlu di rehabilitasi menjadi tempat mengalirkan serta menampung kelebihan air akibat banjir.

Polder wujudnya berupa sebidang tanah rendah yang dikelilingi oleh ’embankment’ atau timbunan/ tanggul yang membentuk satu-kesatuan hidrologis buatan. Tidak ada ada kontak dengan air yang berasal dari luarnya, selain yang diatur sesuai kemauan kita.

Menurut Loetan, tanggul yang mengelilingi polder bisa berupa pemadatan tanah dengan lapisan kedap air atau dinding batu. Bisa juga berupa konstruksi beton dan perkerasan yang canggih.
Sistem polder juga banyak diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, serta pada manajemen air buangan (air kotor dan drainase hujan) di daerah yang lebih rendah dari muka air laut dan sungai.

“Dua syarat jika menggunakan polder yaitu biaya investasi yang cukup mahal yang mencapai triliunan rupiah dan harus ada komitmen bersama untuk memelihara prasarana dengan baik, termasuk merubah perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan,” papar Loetan.

Lebih lanjut ujar Loetan, dengan sistem polder air tidak akan berkumpul di jalanan atau wilayah permukiman. Sebab, setiap kali ada air datang, maka secara otomatis akan dipompakan ke badan air (sungai dan lainnya) atau polder lain yang lebih tinggi, yang akhirnya didorong menuju ke laut. Metode seperti itu telah lama diterapkan di Belanda. [W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here