Atasi Kesenjangan, Presiden Bangun Wilayah Perbatasan dan Desa

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo hendak menerapkan kebijakan ekonomi Pancasila atau ekonomi gotong royong untuk mengatasi pengangguran, kemiskinan hingga kesenjangan atau ketimpangan sosial.

“Yang kita siapkan adalah kebijakan ekonomi Pancasila, ekonomi gotong royong yang sebentar lagi disampaikan,” kata Presiden di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan yang sedang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Selasa (10/1/17).

Kebijakan ekonomi tersebut dinilainya perlu diambil agar terjadi tantangan khususnya kesenjangan di Tanah Air bisa dikurangi. “Intinya adalah ekonomi berkeadilan, ada pemerataan. Percuma pertumbuhan ekonomi tinggi dan tidak merata. Ini adalah sebuah hal yang percuma,” tutur Presiden.

Presiden memaparkan dia telah memulainya. Disebutnya, pemerintah lebih terfokus pada upaya membangun dari pinggiran, dari pulau terdepan, dan dari pedesaan. Salah satunya di Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar).

“Dua tahun lalu saat saya ke Entikong yang namanya gedung imigrasi, gedung karantina, bea cukai itu seperti kandang,” Presiden melukiskan. Untuk itu, Menteri PUPR diperintahkan untuk meruntuhkan seluruh gedung tersebut kemudian memberikan waktu dua tahun untuk membangun gedung pelayanan yang baru.

“Ini bukan untuk kemewahan tapi ini adalah etalase terdepan negara kita yang menjadi martabat dan harga diri bangsa kita,” ujarnya.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here