Atasi Kesenjangan, Presiden Paparkan Tiga Rencana Besar Pemerataan Ekonomi

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo mengungkap tiga rencana besar pemerataan ekonomi Indonesia untuk menekan kesenjangan. Tiga rencana besar pemerataan ini meliputi reforma agraria dan redistribusi aset, perluasan akses permodalan, dan pembangunan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasional.

“Kita akan membagi lahan-lahan yang tidak produktif kepada rakyat, dalam bentuk konsesi-konsesi kecil pada rakyat, koperasi, tanah adat, sehingga aset-aset negara ini terdistribusi dengan baik dan menjadi sebuah property right rakyat, agar bisa mengakses ke akses-akses permodalan,” kata Presiden di acara Pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (22/2/17).

Pemerintah, papar Presiden, juga akan menyelesaikan masalah-masalah dalam pembangunan sumber daya manusia, antara lain dengan mengadakan pelatihan-pelatihan vokasional.

Presiden membeberkan kesenjangan antar-wilayah dan kesenjangan antara si kaya dan miskin sudah sangat lebar di Indonesia. Gini ratio Indonesia dua tahun lalu ada di angka 0,41 persen dan tahun lalu turun menjadi 0,39 persen.

Jika tiga rencana besar itu konsisten dijalankan, kata Presiden, pada 2045, saat merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-100, Indonesia bisa masuk dalam jajaran lima besar ekonomi terbesar dunia.

Berdasarkan asumsi yang digunakan Kementerian Keuangan, lanjut Presiden, penduduk Indonesia pada 2045 akan mencapai 309 juta jiwa dan Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 9,1 triliun dolar AS atau 10 kali lipat dari nilainya sekarang.

“Kalau kita konsisten bekerja seperti sekarang ini, kita akan memasuki abad emas karena kita akan masuk ke dalam lima besar ekonomi terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita kurang lebih 29 ribu dolar AS. Dengan catatan kita bekerja, pertumbuhan ekonomi di atas lima,” katanya.

Kepala Negara menandaskan, pemerintah akan terus membangun, mulai dari daerah pinggiran, dari desa, dan dari perbatasan. Kondisi Pos Lintas Batas Negara di beberapa daerah, jelasnya, sudah jauh lebih baik ketimbang pos perbatasan negara tetangga.

“Inilah yang akan terus kita lakukan. Pembangunan airport, bandara, jalan trans Kalimantan, Papua, jalan tol dari mulai Lampung menuju Aceh, akan kita lakukan agar ekonomi kita semakin baik dan rakyat kita semakin sejahtera,” kata Presiden.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here