Atasi Sengketa LCS, Cina Undang Penjaga Pantai Filipina

Kawasan Laut Cina Selatan (Foto: JX/Rtr/VOA)

BEIJING, JIA XIANG – Beijing telah mengundang penjaga pantai Filipina untuk mengunjungi Cina. Kedua negara akan menggelar pembicaraan bilateral mengenai pertikaian Laut Cina Selatan (LCS) pada bulan Mei, demikian Kementerian Luar Negeri Cina, Selasa (28/3/17).

“Cina ingin memperkuat dialog dengan Filipina untuk mengatasi perbedaan pandangan dan  meningkatkan kerjasama kemaritiman. Cina juga ingin suasana kerjasama yang lebih menguntungkan kedua pihak,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying.

Penjaga pantai Filipina diundang lebih dulu, tambah Hua,dan kerjasama kemaritiman kedua pihak dapat mengisi “vitalitas baru” menjadi hubungan bilateral.

Cina selama ini telah bertindak bertindak tegas dalam mengklaim perairan Laut Cina Selatan, dan memicu reaksi di negara tetangga di Asia Tenggara.

Hari Senin (27/3/17), Centre for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington, mengatakan, Cina hampir selesai membangun di tiga pulau di perairan yang disengketakan. Dengan demikian mereka bisa mendaratkan pesawat tempur dan perlengkapan militer lainnya.

Ketiga pulau itu ialah: Subi, Mischiefm da Fiery Cross reefs – yang menjadi bagian dari Kepulauan Spratly. Di setiap pulau itu, Cina telah membangun hangar dari beton untuk 24 pesawat jet tempur dan empat pesawat terbang yang lebih besar seperti pembom atau pesawat pengintai.

Negara yang tersangkut sengketa perairan itu selain Filipina, Vietnam, juga telah memprotes langkah Cina di kawasan perairan tersebut.  Bahkan pada Juli tahun lalu, Filipina  telah membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, dengan hasil menolak keberatan Beijing soal sengketa itu.

Tetapi hubungan antara Beijing dan Manila justru meningkat dalam beberapa bulan ini. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pun sempat berkunjung ke Beijing pada Oktober 2016.

Menurut Song Junying, pengamat masalah-masalah Asia Tenggara pada Institut Studi-Studi Internasional Cina, mengundang penjaga pantai Filiipina akan memperdalam saling percaya antara Cina dengan Filipina setelah keputusan Mahkamah Internasional.

“Hal ini memberi sinyal Cina ingin bekerjasama dengan pihak yang bersengketa kepentingan maritim. Kesepakatan seperti ini dapat diterapkan pula pada negara Asia Tenggara lainnya, yang bisa meredakan ketegangan di kawasan Laut Cina Selatan,” tegas Song.

Sementara Dai Fan, analis Asia Tenggara dari Universitas Jinan di Guangzhou, mengatakan bahwa penjaga pantai Filipina memainkan peran penting dalam mempertahankan wilayah perairan negaranya, karena angkatan laut Filipina sudah usang.

Sedangkan pengamat lain mempertanyakan sejauh mana peningkatan hubungan Cina-Filipina bisa berjalan, sementara pejabat senior di Filipina menentang Presiden Duterte dengan menekankan  soal aliansi pertahanan Filipina-AS. [JX/SCMP/AP/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here