Australia Terbuka, Siapa Lawan Federer di Final?

Roger Federer (Foto: JX/BBC)

MELBOURNE, JIA XIANG – Petenis kawakan asal Swiss, Roger Federer, lolos ke final Australia Terbuka dan menanti pemenang pertandingan Rafael Nadal dan Grigor Dimitrov, Jumat (27/01), sebagai lawannya.

Petenis yang berusia 35 tahun ini melaju ke final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Stan Wawrinka.  Pertandingan berlangsung ketat dengan lima set penuh selama tiga jam lebih namun Federer  akhirnya unggul dengan angka 7-5, 6-3, 1-6, 4-6, dan 6-3.

Federer kini menjadi petenis tertua yang mencapai final Grand Slam setelah Ken Rosewall di Amerika Serikat Terbuka tahun 1974 pada usia 39 tahun. Federer  juga membuka kemungkinan untuk meraih total 18 juara Grand Slam dan  Australia Terbuka untuk yang kelima kalinya.

Sebagian penggemar tenis tentu mengharapkan Nadal  melaju ke final,  sementara Federer mungkin lebih memilih Dimitrov, yang selalu dikalahkannya dalam lima pertandingan sejauh ini. Namun Federer membantah anggapan tersebut.

“Anda mungkin berpikir saya memiliki peluang sedikit lebih baik untuk mengalahkan Dimitrov dibanding Nadal, tapi siapa yang perduli,” katanya dalam jumpa pers usai kemenangan atas Wawrinka. “Terlepas siapa yang akan dilawan, saya kira akan menjadi hal khusus. Salah satu akan mendapat slam (juara Grand Slam) pertama atau pertandingan epik dengan Nadal.”

Jika Nadal yang lolos ke final, maka akan menjadi pertemuan pertama kedua petenis itu sejak final Perancis Terbuka tahun 2011, yang dimenangkan Nadal lewat pertandingan empat set.

Rafael Nadal -petenis Spanyol yang meraih 14 juara Grand Slam– beberapa waktu belakangan dilanda cedera dan mencapai semi final Grand Slam pertama di Australia Terbuka ini sejak 2014 lalu.

Sementara Dimitrov, unggulan ke-15 asal Bulgaria, belum pernah mencapai final Grand Slam namun agaknya sedang dalam penampilan bagus dengan merebut juara Brisbane International awal bulan ini.

Williams Bersaudara

Adapun final tunggal putri akan diperebutkan oleh kakak beradik Serena dan Venus Williams. Kepastian tersebut muncul setelah Serena menyingkirkan petenis asal Kroasia, Mirjana Lucic-Baroni, dengan skor telak 6-2 6-1.

Serena Williams (Foto: JX/smh)

“Saya sangat bangga pada Venus, dia benar-benar inspirasi dan kakak yang baik. Saya sangat bahagia padanya dan mencapai final bersama adalah impian bagi kami. Saya merasa apapun yang terjadi, kami berdua telah menang setelah apa yang kami lalui. Saya tahu seorang Williams akan memenangi kejuaraan ini,” papar Serena.

Sebelumnya, Venus Williams sukses mengandaskan perlawanan Coco Vandeweghe sehingga bisa lolos ke final kejuaraan Australia Terbuka, final Grand Slam pertamanya dalam delapan tahun terakhir.

Diunggulkan pada peringkat ke-13, petenis berusia 36 tahun itu menundukkan Vandeweghe dengan skor 6-7 (3-7) 6-2 6-3.  Bagi Venus, terakhir kalinya dia berlaga di final Australia Terbuka adalah 14 tahun lalu. Ketika itu, dia dikalahkan Serena. Adapun final Grand Slam terakhir yang dialami Venus terjadi di Wimbledon pada 2009 silam.

“Sangat menakjubkan menyaksikan Serena bermain tenis, cara dia memukul bola dan bagaimana sifat kompetitif-nya. Akan menjadi impian yang terwujud melihatnya di seberang net pada Sabtu nanti,” kata Venus. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here