Bagansiapiapi Bertabur Kelenteng

Jia Xiang – Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau memiliki ratusan Kelenteng.   Warga setempat yang mayotitas etnis Tionghoa biasanya membangun kelenteng-kelenteng kecil untuk peribadatan keluarga.

Dari pantauan Jia Xiang Hometown, di kawasan Kota Bagansiapiapi,  Sabtu (22/6/13), hampir di sudut kota terdapat kelenteng. Bahkan dalam jarak lima puluh meter ada kelenteng dengan bentuk yang bragam, namun tetap bergaya arsitektur Cina.

Menurut Sugimin, Pengurus Kelenteng In Hok King yang merupakan kelenteng tertua di Bagansiapiapi, ada lebih dari seratus kelenteng kecil di kota Bagansiapiapi. “Orang Bagansiapiapi biasanya membuat kelenteng kecil untuk sembahyang keluarg yang berasal dari beberapa marga,” ucap Sugimin kepada Jia Xiang Hometown.

Kota Bagansiapiapi terletak di sebelah barat daya Riau dan pernah menjadi penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Norwegia, sehingga dijuluki kota ikan. Namun, kejayaan itu kini mulai redup.

Kota itu terletak di muara Sungai Rokan, di pesisir utara Kabupaten Rokan Hilir, dan letaknya sangat  strategis karena dekat dengan Selat Malaka  yang menjadi lalu lintas perdagangan internasional yang sangat ramai.
Bagansiapiapi merupakan ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, sekaligus ibu kota Kecamatan Bangko dan terkenal dengan ritual Bakar Tongkang  atau Go Cap Lak  yang mampu menyedot puluhan ribu wisatawan baik domestik maupun manca negara.
Potensi pariwisata tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir sehingga mereka gencar mempromosian objek pariwisata tersebut.
Luas Bagansiapiapi adalah 940.56 km dan dari data tahun 2010 mencatat bahwa kota tersebut meiliki populasi 93,065 jiwa dengan kepadatan 99 jiwa tiap kilometer persegi.[W1/A1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here