Bambang Widodo Umar : Polri Perlu Bekerjasama dengan Intelijen TNI

Jia Xiang-Dalam mengungkap kasus penembakan terhadap anggota polisi,   sebaiknya Polri bekerjasama dengan intelijen TNI,  demikian ujar  pengamat kepolisian,  Prof. Dr. Bambang Widodo Umar kepada Jia Xiang Hometown,  Minggu  (15/9/13) di Jakarta.

Menurutnya, serangan terhadap polisi ini menggunakan sistem gerilya kota seperti halnya di Afganistan namun ironisnya polisi maupun Brimob tak dapat mempelajari sistem kerja pelaku.  Demikian juga dengan data Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polri yang tidak akurat “Jadi tidak ada salahnya minta bantuan intelijen TNI, “ katanya.

Bambang Widodo Umar menuturnya,  setidaknya ada tiga kategori musuh polisi yakni  dari kelompok penjahat yang dikategorikan bandar narkoba dan teroris.

Kedua,  dari  kelompok pesaing polisi yang boleh jadi  cemburu dengan kewenangan kepolisian yang sedemikian besar.
Dan ketiga  adalah korban dari aksi kekerasan yang dilakukan polisi yang menyimpan dendam kepada aparat kepolisian.

Senada dengan itu, Adrianus Meliala menyatakan, penembakan terhadap anggota polisi ini datangnya dari musuh-musuh yang tidak kelihatan,  hal tersebut  karena  peran intelkam Polri dalam menanggulangi kejahatan sangat lemah.   “Polri seharusnya lebih mengedepankan peran Intelkam dalam menanggulangi dan melawan musuh yang tidak kelihatan, “katanya.  [Dar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here